Pembangunan Sosial oleh Paguyuban Jamu Gendong Lestari melalui Sektor Ekonomi Kreatif

Asri Christiyani

Abstract

This article discusses social development by the community carried out by Paguyuban Jamu Gendong Lestari in Kuningan Barat Village, Mampang Prapatan Subdistrict, South Jakarta through the creative economy sector, namely jamu gendong business as a culinary sub-sector based on culture and local wisdom. This study uses a qualitative approach with descriptive types. The results show that the Paguyuban Jamu Gendong Lestari as a community that runs a business in the creative economy, namely jamu as an Indonesian cultural heritage has succeeded in carrying out the social development process based on seven characteristics of social development. The social development strategy that is carried out is a social development strategy by the community through which the members of the Paguyuban Jamu Gendong Lestari are members who work together harmoniously to meet their needs, solve their problems and try to create opportunities to improve lives through the management of jamu businesses.

Artikel ini membahas mengenai pembangunan sosial oleh masyarakat yang dilakukan oleh Paguyuban Jamu Gendong Lestari di Kelurahan Kuningan Barat Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan melalui budaya dan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa Paguyuban Jamu Gendong Lestari sebagai komunitas yang menjalankan usaha di bidang ekonomi kreatif yaitu jamu sebagai warisan budaya Indonesia telah berhasil melakukan proses pembangunan sosial berdasarkan tujuh karakteristik pembangunan sosial. Strategi pembangunan sosial yang dijalankan
adalah strategi pembangunan sosial oleh masyarakat melalui wadah Paguyuban Jamu Gendong Lestari. Masyarakat yang menjadi anggota saling bekerja sama secara harmonis untuk memenuhi kebutuhan mereka, memecahkan masalah mereka dan berupaya menciptakan kesempatan guna memperbaiki hidup melalui pengelolaan usaha jamu gendong.

Keywords

Pembangunan Sosial, Kesejahteraan Sosial, Ekonomi Kreatif, Jamu

Full Text:

pdf

References

Alston, M., Bowles, W. (1998). Research For Social Worker, An Introduction to Methods. Sidney: Allen and Unwin.

Agung, A. A. G. (2015). Pengembangan Model Wisata Edukasi-Ekonomi Berbasis Industri Kreatif Berwawasan Kearifan Lokal Untuk meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. Universitas Pendidikan Ganesha. 4(2), 585-597. ISSN: 2303-2898. DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v4i2.6380

Bekraf dan BPS. (2017). Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif tahun 2016. Jakarta : Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik. Diakses dari https://www.bekraf.go.id/pustaka/page/data-statistik-dan-hasil-survei-ekonomi-kreatif, pada tanggal 6 Desember 2019.

BPS. (2018). Press Release Persentase Penduduk Miskin Maret 2018 Turun Menjadi 9,82 Persen. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diakses dari https://bps.go.id/pressrelease/2018/07/16/1483/persentase-penduduk-miskin-maret-2018-turun-menjadi-9-82-persen.html, pada 9 Desember 2019

Citra, I.P.A. (2017). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengembangan Ekowisata Wilayah Pesisir di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 31-41. Diakses dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/view/8484/6332, pada 9 Desember 2019

Creswell, J. W. (1998). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five designs. Thousand Oaks, CA: Sage.

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Jakarta : Badan Ekonomi Kreatif

Jolly, S. (2010). Poverty and sexuality: What are the connections?. Swedish International Development Cooperation Agency. Diakses dari https://www.eldis.org/document/A6188, pada 5 Desember 2019.

Kartika, N. (2013). Pemberdayaan Usaha Mikro berbasis Jamu Sebagai Bentuk Ketahanan Ekonomi Masyarakat. makalah. Seminar Nasional Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara “Optimisme Ekonomi Indonesia 2013, Antara Peluang dan Tantangan”. Diakses dari http://repository.ut.ac.id/5084/, pada 20 November 2019.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2014). Proyeksi Penerimaan Devisa Dari Sektor-Sektor Utama Dalam Perekonomian Indonesia. Jakarta: Pusdatin Kemenparekraf. Disampaikan dalam Rapat Penyusunan Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Tahun 2015.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2015). Ekonomi Kreatif Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia 2025. Jakarta: Kemenparekraf.

Midgley, J. (1995). Social Development: The Developmental Perspective In Social Welfare. London: SAGE Publication Ltd.

Midgley, J. (2005). Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. (Dorita Setiawan dan Sirojudin Abbas, Penerjemah). Jakarta: Diperta Islam Departemen Agama Republik Indonesia.

Neuman, W.L. (2006). Social Research Methods (Qualitative and Quantitative Approaches). Fourth Edition. USA: Allyn and Bacon.

Patria, A. S dan Mutmainah, S. (2018). Model Pemberdayaan Kelompok Lanjut Usia Wanita Melalui Industri Kreatif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Negeri Surabaya, 9(2), 15-27, ISSN:2087-3565. Diakses dari http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas/article/view/2019, pada 9 Desember 2019.

Pemprov DKI Jakarta. (2018). Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018. Jakarta: Bappeda Provinsi DKI Jakarta.

Ditjenpp Kemenkumham. (2015). Peraturan Presiden tentang Badan Ekonomi Kreatif ( Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif). Diakses dari http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/ln/2015/ps72-2015.pdf. pada 12 November 2019.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Berkelanjutan.

Rakib, M. (2017). Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata. Jurnal Kepariwisataan. Politeknik Pariwisata Makassar, 1(2), 54 – 69. ISSN 2580-7803 (print), 2580-5681 (online)

Tjokrowinoto. (1995). Politik Pembangunan: Sebuah Analisis Konsep, Arah dan Strategi. Yogyakarta : Tiara Wacana

United Nations. (2015). Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development. Diakses dari https://sustainabledevelopment.un.org/ pada tanggal pada 9 Desember 2019.

Wirutomo, P. (2013). Mencari Makna Pembangunan Sosial : Studi Kasus Sektor Informal di Solo. Jurnal Sosiologi, 18(1), 101-120.

Yusuf A.H. dan Nimasari, E.P. (2018). Model Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Komunitas. ARISTO. 6(1), 45-67. DOI: http://dx.doi.org/10.24269/ars.v6i1.778. Diakses dari http://journal.umpo.ac.id/index.php/aristo/article/view/778, pada tanggal pada 9 Desember 2019.

Yulinda, I.P. (2017). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Kerajinan Batik, Studi Kasus: Kampoeng Batik Palbatu Tebet, Jakarta Selatan. Skripsi. Universitas Negeri Jakarta.


DOI: https://doi.org/10.22212/aspirasi.v10i2.1161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.