Daya Saing, Ekuivalen Tarif, dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Negara OKI

Ghina Saarah Nibras, Widyastutik Widyastutik

Abstract


Indonesia merupakan negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minyak sawit Indonesia dihadapi oleh beberapa hambatan. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan mampu melakukan diversifikasi pasar, salah satunya dengan menjadikan negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) sebagai negara tujuan ekspornya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana daya saing, besarnya ekuivalen tarif, dan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ekspor minyak sawit Indonesia di 28 negara OKI. Metode yang digunakan adalah Export Products Dynamics (EPD) dan regresi data panel. Metode analisis untuk mengestimasi ekuivalen tarif adalah model gravity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak sawit Indonesia memiliki daya saing yang cukup kuat pada 15 negara OKI. Sedangkan, minyak sawit Indonesia pada 13 negara OKI lainnya menempati posisi falling star, lost opportunity, dan retreat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adanya beberapa negara OKI yang juga merupakan produsen dari minyak sawit, serta adanya kompetitor di negara tujuan. Hasil estimasi menggunakan metode regresi data panel menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita negara importir, jarak ekonomi, harga ekspor, populasi, dan nilai tukar riil berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor minyak sawit Indonesia ke negara OKI. Penelitian ini juga menemukan bahwa negara OKI memberlakukan hambatan nontarif terhadap minyak sawit Indonesia walaupun besarannya relatif rendah. Nilai ekuivalen tarif impor tertinggi dikenakan oleh negara Benin sebesar 19,67.

Keywords


ekuivalen tarif; EPD; Gravity Model; minyak sawit; volume ekspor

Full Text:

PDF

References


Buku:

Basri, F. & Munandar, H. (2010). Dasar-dasar ekonomi internasional. Jakarta: Prenada Media Grup.

Esterhuizen, D. (2006). An evaluation of the competitiveness of the South African Agribusiness Sector. Pretoria: University of Pretoria.

Salvatore, D. (2007). International economics. 9th Edition. New York: John Wiley & Sons Inc.

Jurnal dan Working Paper:

Anggoro, R., & Widyastutik. (2016). Non-tariff barrier and factors that influence the Indonesian cocoa export to Europe. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 5(1), 1-14.

Asikin, Z., Daryanto, A., & Anggraeni, L. (2016). Pengaruh infrastruktur dan kelembagaan terhadap kinerja ekspor agregat dan sektoral di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Agribisnis,

(12), 145-156.

Ernawati, Fatimah, Arshad, M., Shamsudin, M.N., & Mohamed, Z.A. (2006). AFTA and its implication to the export demand of Indonesian palm oil. Jurnal Agro Ekonomi, 24(2), 115-132.

Sari, A.R., Hakim, D.B., & Anggraeni, L. (2014). Analisis pengaruh non tariff measures komoditi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke negara tujuan ekspor utama. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan

Pembangunan, 3(2), 111-135.

Sari, K.R., & Widyastutik. (2015). Faktor yang mempengaruhi dan estimasi ekuivalen tarif NTBs ekspor kayu lapis Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 9(1), 95-108.

Zarzoso, I.M. & Lehmann, F.N. (2003). Augmented Gravity Model: An empirical application to Mercosur-European Union trade flow. Jurnal of Applied Economics, 6, 291-316.

Skripsi:

Anggoro, R. (2016). Hambatan non tarif dan faktorfaktor yang memengaruhi ekspor kakao Indonesia ke Pasar Uni Eropa. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Samosir, M.A. (2015). Analisis daya saing dan faktorfaktor yang memengaruhi ekspor kopi Indonesia ke negara tujuan ekspor. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sari, K.R. (2014). Daya saing, hambatan non-tarif dan faktor-faktor yang memengaruhi ekspor kayu lapis Indonesia ke negara tujuan ekspor utama. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Laporan:

Altai Consulting. (2015). Afghanistan/Central Asia regional food foritfication program, trade flow analysis. Geneva: The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN).

BP3-Kementerian Perdagangan. (2018). Biaya dan manfaat Trade Preferential Tarif System of the Organization of Islamic Cooperation (TPS-OIC). Jakarta: Kementerian Perdagangan.

Sekretariat Ditjen PPI Kementerian Perdagangan & ITAPS FEM IPB. (2018). Penyusunan strategi kebijakan non tarif dan penurunan hambatan non tarif. Jakarta: Kementerian Perdagangan dan IPB.

Makalah:

Callaghan, B.A. & Uprasen, U. (2008). Impact of 5th enlargement on ASEAN. Paper presented at the EcoMod International Conference on Policy Modeling Berlin, Germany 2nd-4th July 2008.

Lam N.T., Yet H.T., Hai L.T., Huong P.T., Ha N.T., & Huan T.T. (2001). Effects of red palm oil supplementation on vitamin A and iron status of rural underfive children in Vietnam. Paper in: Cutting-Edge Technologies for Sustained Competitiveness Food Technology and Nutrition Conference. Proceedings 2001 PIPOC

International Palm Oil Congress; Malaysia, 20-22 August 2001. Malaysian Palm Oil Board, Malaysia.

Sumber Lainnya:

GAPKI. (2019). Eksportir CPO telah jajaki pasar baru, namun sulit jalin kontrak. Diunduh tanggal 01 Mei 2019, dari gapki.id/news.




DOI: https://doi.org/10.22212/jekp.v10i2.1295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of JEKP (e-ISSN:2528-4673 p-ISSN:2086-6313).

   

Indexed by