EVALUASI POGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MENGGUNAKAN METODE RAPPOVERTY

Nafiah Ariyani, Akhmad Fauzi, Bambang Juanda, Irfan Syauqi Beik
| Abstract views: 1699 | views: 2129

Abstract

Meskipun berbagai metode untuk menilai kinerja program pengentasan kemiskinan telah diterapkan, namun sebagian besar penilaian yang ada umumnya bersifat kualitatif, mendasarkan penilaian pada kriteria tunggal, dan berfokus pada program tertentu atau di daerah tertentu saja. Mengingat program pengentasan kemiskinan meliputi banyak dimensi dan kriteria guna menghadapi kemiskinan yang multidimensional, maka menggunakan penilaian tunggal akan menghambat efektivitas evaluasi program itu sendiri. Penelitian ini mengusulkan pendekatan baru dalam mengevaluasi program pengentasan kemiskinan dengan menggunakan teknik Rappoverty berdasarkan skala multi-dimensi (MDS) dan teknik utilitas multi atribut (MAUT). Pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek multidimensi kriteria pengentasan kemiskinan, tetapi juga menetapkan faktor pengungkit program pengentasan kemiskinan. Kriteria dan data untuk analisis diperoleh melalui metode world cafe, wawancara dengan pemerhati kemiskinan, pengelola, dan penerima program, serta observasi terhadap data-data kemiskinan dan sumber-sumber lain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor perbedaan antarprogram, ketepatan program dengan kebutuhan masyarakat sasaran, keakuratan data calon penerima program, biaya manajemen, mekanisme penentuan target, kepraktisan organisasi, koordinasi antarlembaga, keberadaan lembaga-lembaga publik serta jumlah penerima manfaat program adalah faktor-faktor yang berperan sebagai pengungkit status keberlanjutan program pengentasan kemiskinan. Artinya jika di antara salah satu faktor-faktor ini dihilangkan maka akan berdampak pada status keberlanjutan program. Penelitian ini juga menunjukkan hasil evaluasi terhadap status keberlanjutan program pengentasan kemiskinan dan menyatakan bahwa program-program berbasis zakat adalah program dengan status keberlanjutan terbaik.

Keywords

program pengentasan kemiskinan; Rappoverty; status keberlanjutan; faktor pengungkit

Full Text:

Untitled

References

Buku:

Blanden, J. and Gibbons, S. (2006). The persistence of poverty across generations a view from two British cohorts. Bristol: The Policy Press.

Dunn, W. N. (2003). Pengantar analisis kebijakan publik. Yogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Fauzi, A. dan Anna, S. (2005). Pemodelan sumberdaya perikanan dan kelautan untuk analisis kebijakan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Hersh, M. (2006). Mathematical modelling for sustainable development. Germany: Springer.

Jurnal dan Working Paper:

Bradshaw, T. K. (2005). Theories of poverty and antipoverty programs in community development. RPRC Working Paper No. 06-05. Diperoleh tanggal 14 September 2013, dari vistacampus.gov/.../PovertyInAmerica/Theories_Pov_Anti

Pov_Pro.

Elsner, W. (2004). The ‘new” economy; complexity, coordination and a hybrid governance approach. International Journal of Social Economics, 31(11/12), 1.029-1.049.

Groenen, P. J. and Velden, M. (2004). Multidimensional scalling. Econometric institute report EI 2004-15. Diperoleh tanggal 18 April 2014, dari repub.eur.nl/pub/1274/ei200415.pdf.

Jaworska, N. and Anastasova, C. A. (2009). A review of multidimensional scaling (MDS) and its utility in various psychological domains. Tutorials in quantitative methods for psychology, 5(1), 1‐10.

Kavanagh, P. and Pitcher, T. (2004). Implementing microsoft excel software for rapfish: A technique for the rapid appraisal of fisheries status. Fisheries Centre Research Reports, 12(2). Diperoleh tanggal 1 Oktober 2014, dari www.fisheries.ubc.ca/webfm_send/188.

Pitcher, T. J. and Preikshot, D. (2001). RAPFISH: A rapid appraisal technique to evaluate the sustainability status of fisheries. Fisheries Research 49, 255-270.

Sell, M. and Spence, C. (2001). Summary report from the workshop of poverty alleviation and sustainability development. Published by IISD, 46(1), 1-6. Diperoleh tanggal 11 Desember 2014, dari www.iatp.org/.../Summary_Report_from_the_Workshop_On_Poverty

Shaffer, P. (2008). New thinking on poverty: Implications for globalisation and poverty reduction strategies. DESA Working Paper No. 65 ST/ESA/2008/DWP/65. Diperoleh tanggal 2 Januari 2015, dari www.un.org/esa/desa/papers/2008/wp65_2008.pdf.

Williamson, O. E. (1991). Economic institutions: Spontaneous and intentional governance. Journal of Law, Economic and Organization, 7,159-187.

Sumber Digital:

BPS. (2013). Data Strategis BPS 2013. Diperoleh tanggal 12 Maret 2014, dari www.bps.go.id.

BPS. (2014). Data Kemiskinan Triwulan Pertama 2014. Diperoleh tanggal 12 Mei 2014, dari www.bps.go.id.

BPS. (2015). Data Kemiskinan 2015. Diperoleh tanggal 12 September 2015, dari www.bps.go.id.

World Development Report (2002). Diperoleh tanggal 15 Januari 2014, dari web.worldbank.org ›Data & Research›Research›WDRs.

Sumber Lain:

Dasgupta, P. (2003). World poverty: Causes and pathways. Paper presented at World Bank Conference on Development Economics, Washington, DC: World Bank. Diperoleh tanggal 12 Juli 2013, dari users.ictp.it/~eee/workshops/smr1597/Dasgupta%20-%20POVERTY.pdf.

Dasgupta, P. (2007). Poverty trap-exploring the complexity of causation. 2020 focus brief on the world’s poor and hungry people. Diperoleh tanggal 12 Juli 2013, dari https://idl-bnc.idrc.ca/dspace/bitstream/10625/37194/1/127842.pdf.

Dolles, V. (2010). Analisis kelembagaan dalam pengembangan program untuk pemberdayaan masyarakat miskin kota (Studi kasus penanggulangan kemiskinan di kota Depok). Skripsi. Diperoleh tanggal 12 Juli 2014, dari repository.ipb.ac.id /handle/123456789/62703.

Fauzi, A. (2012). Model pemberdayaan masyarakat. Disampaikan pada seminar pemberdayaan masyarakat desa hutan. Bandung 27 September 2012.

Hasan, M. K. (2010). An integration poverty alleviation model combining zakat, awqaf and micro-finance. Presented in Seventh International Conference-The Tawhidi Epistimology: Zakat and Waqf Economy, Bangi. Diperoleh tanggal 1 April 2013, dari www.researchgate.net/.../228889744_AN_INTEGRATED_ POVERTY_AL.

Muktazam dan Nurjanah, S. (2011). Kajian kritis atas fenomena dan program pengentasan kemiskinan pada masyarakat sekitar hutan di pulau Lombok. Laporan penelitian.

Mutamimah dan Hartono, S. (2010). Holistic approach sebagai model optimalisasi program corporate social responsibility dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Laporan penelitian.

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara-UGM, PSPK UGM, dan Ford Foundation. (2014). Press Release. Hasil evaluasi penelitian efektivitas program pengentasan kemiskinan di 15 kabupaten/kota di Indonesia. Diperoleh tanggal 11 Desember 2014, dari www.academia.edu/.../Tinjauan_Terhadap_Efektivitas.

Septiana dan Darwis, V. (2004). Keefektifan koordinasi kelembagaan dan strategi penanggulangan kemiskinan di daerah. Disampaikan pada seminar strategi penanggulangan kemiskinan di daerah. Diperoleh tanggal 5 Oktober 2013, dari pse.litbang.pertanian.go.id/ind/.../Mono25-03.pdf.

Simon, H. and Fredrik, L. (2009). CSR in Indonesia a qualitative study from a managerial perspective regarding views and other important aspects of CSR in Indonesia Program: IBR-06. Högskolan Gotland: VT. Thesis. Diperoleh tanggal 5 Oktober 2013, dari www.diva-portal.org/smash/get/diva2:240404/FULLTEXT01.pdf.

The Economist. Special report: Corporate social responsibility. Just good business. The Economist Ed. Jan 17th 2008. Diperoleh tanggal 2 Oktober 2013, dari www.economist.com/node/10491077.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.