KEBIJAKAN PEMEKARAN WILAYAH DAN PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA TASIKMALAYA

Ebed Hamri, Eka Intan Kumala Putri, Hermanto J. Siregar, Deddy S. Bratakusumah

Abstract


Penelitian ini dilakukan di Kota Tasikmalaya sebagai kota hasil pemekaran tahun 2001 berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur Propinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan menganalisis perkembangan struktur perekonomian wilayah dan sektor unggulan yang menjadi daya saing perekonomian wilayah Kota Tasikmalaya dibandingkan daerah sekitarnya (hinterland), dengan menggunakan analisis Tipologi Klassen, Indeks Diversitas Entropi (IDE), Location Quotient dan Model Gravitasi. Penelitian menunjukkan hasil analisis tipologi klassen, Kota Tasikmalaya termasuk klasifikasi daerah berkembang cepat, sedang kabupaten hinterland masuk klasifikasi daerah relatif tertinggal. Analisis IDE menunjukkan  sektor-sektor perekonomian  Kota Tasikmalaya lebih berkembang  dibandingkan daerah hinterlandnya. Analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan rata-rata LQ Kota Tasikmalaya lebih besar dibandingkan wilayah hinterlandnya.

Keywords


pemekaran wilayah; tipologi klassen; indeks diversitas entropi; location quotient; pusat pertumbuhan

Full Text:

PDF

References


Buku

Adisasmita, R. 2008. Pengembangan Wilayah : Konsep dan Teori. Yogyakarta : Graha Ilmu 2008.

Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta : PT. Pradnya Paramita 2001.

Higgins, B., Salvoie, D.J. 2005. Regional Development Theories and Their Application. Transaction Publicers. New Brunswick, New Jersey.

Kuncoro, M. 2013. Mudah Memahami dan Menganalisis Indikator Ekonomi. Yogyakarta : UPP STIM YKPN 2013.

Kuncoro, M. 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah : Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta : Erlangga 2004.

Kuncoro, M. 2002. Analisis Spasial dan Regional : Studi Aglomerasi dan Kluster Industri Indonesia. Yogyakarta : UPP AMP YKPN 2002.

Muta’ali, L. 2011. Kapita Selekta Pengembangan Wilayah. Yogyakarta : Fakultas Geogragi UGM 2011.

Nurzaman, S.S. 2012. Perencanaan Wilayah dalam Konteks Indonesia. Bandung : Institut Teknologi Bandung (ITB) 2012.

Pribadi, O.D., Panuju, D.R., Rustiadi, E., Emma, A.P. Tanpa tahun. Permodelan Perencanaan Pengembangan Wilayah : Konsep, Metode, Aplikasi dan Teknik Komputasi.

Riyadi dan Bratakusumah, D.S. 2004. Perencanaan Pembangunan Daerah : Strategi Menggali Potensi dalam Mewujudkan Otonomi Daerah. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama 2004.

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., Panuju, D. R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta : Crespent Press dan YOI. IPB 2009.

Sjafrizal. 2008. Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Padang : Baduose Media 2008.

Setiono, D.NS. 2011. Ekonomi Pengembangan Wilayah : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2011.

Tarigan, R. 2005. Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Jakarta : PT. Bumi Aksara 2005.

Jurnal dan Working Paper

Booth, A. 2011. “Splitting, Splitting and Splitting Again : A Brief History of The Development of Regional Government in Indonesia Since Independence”. Bijdragen tot de Taal – Land – en Volkenkunde, Vol. 167, No. 1(2011), pp. 31-59.

Butt, S. 2010. “Regional Autonomy and Legal Disorder : The Proliferation of Local Laws in Indonesia”. Singapore Journal of Legal Studies, 2010. 1-21. www. google.com.

Cheema, G.S., Rondinelli, D.A. 2007. “Decentralizing Governance : Emerging Concepts and Practices”. Dalam From Government Decentralization to Decentralized Governance. Washington : Brooking Institution Press.

Dawkins, C. J. 2003. “Regional Development Theory: Conceptual Foundations, Classic Works, and Recent Developments”. Journal of Planning Literature, Vol.18, No. 2, Nov. 2003.CPL Bibliography 370.Copyright © 2003 by Sage Publications.

Juanda, B. 2007. “Manfaat dan Biaya Pemekaran Daerah serta Implikasinya terhadap APBN”. Jurnal Ekonomi Vol. XXV, Oktober 2007.

Monsted, M. (1974): “François Perroux’s Theory of Growth Pole and Development Pole: A Critique”. Antipode, Volume 6, Issue 2: 106-113, July 1974. www. google.com.

Parr, J. B. (1999): “Growth Pole Strategies in Regional Economic Planning: A Retrospective View. Part 1: Origins and Advocacy”. Urban Studies, Vol. 36, No. 7, 1195 - 1215, 1999. www. google.com.

Ratnawati, T. 2010. Satu Dasa Warsa Pemekaran Daerah Era Reformasi : Kegagalan Otonomi Daerah. Jurnal Ilmu Politik Nomor 21, 2010. AIPI dan Pustaka Pelajar 2010.

Serra, M.A. 2003. “Development Pole Theory and the Brazilian Amazon”. JEL Classification 020,R58, Est.Econ.,Sao Paulo, Vol. 33, N.1, P., Janeiro-Marco 2003. www.googel.com.

Sutikno, Maryunani. 2007. “Analisis Daya Saing Kecamatan Sebagai Pusat Pertumbuhan Satuan Wilayah Pengembangan (SWK) Kabupaten Malang”. Journal of Indonesia Applied Economics, Vol.1 No. 1 Oktober 2007, 1-17.

Tryatmoko, M.W. 2010. “Pemekaran Daerah dan Persoalan Governability Lokal di Indonesia”. Jurnal Penelitian Politik Vol. 7, No. 1, 2010, LIPI h. 42-43.

Tesis

Agusniar, A. 2006. Analisis Dampak Pemekaran Wilayah Terhadap Perekonomian Wilayah dan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus di Kabupaten Aceh Singkil Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam) Thesis Sekolah Pascasarjana IPB. Tidak dipublikasikan.

Dokumen

BPS. Kabupaten Ciamis. 2014. Ciamis Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Kabupaten Ciamis dengan Bappeda Kabupaten Ciamis 2014.

BPS. 2013. PDRB Kabupaten Ciamis 2009-2013. Kerjasama BPS Kabupaten Ciamis dengan Bappeda Kabupaten Ciamis.

BPS. Kabupaten Garut. 2014. Garut Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Kabupaten Garut dengan Bappeda Kabupaten Garut 2013.

BPS. Kabupaten Garut. 2013. PDRB Kabupaten Garut 2009-2013. Kerjasama BPS Kabupaten Garut dengan Bappeda Kabupaten Garut 2013.

BPS. Kabupaten Tasikmalaya. 2014. Tasikmalaya Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Kabupaten Tasikmalaya dengan Bappeda Kabupaten Tasikmalaya 2014.

BPS. Kabupaten Tasikmalaya. 2013. PDRB Kabupaten Tasikmalaya 2009-2013. Kerjasama BPS Kabupaten Tasikmalaya dengan Bappeda Kabupaten Tasikmalaya 2013.

BPS. Kabupaten Pangandaran. 2014. Pangandaran Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Kabupaten Pangandaran dengan Bappeda Kabupaten Pangandaran 2014.

BPS. Kabupaten Pangandaran. 2013. PDRB Kabupaten Pangandaran 2011-2013 Kerjasama BPS Kabupaten Pangandaran dengan Bappeda Kabupaten Pangandaran 2013.

BPS. Kota Tasikmalaya. 2014. Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Kabupaten Tasikmalaya dengan Bappeda Kabupaten Tasikmalaya 2014.

BPS. Kota Tasikmalaya. 2013. PDRB Kota Tasikmalaya 2009-2013. Kerjasama BPS Kabupaten Tasikmalaya dengan Bappeda Kabupaten Tasikmalaya 2013.

BPS. Propinsi Jawa Barat. 2014. Jawa Barat Dalam Angka 2014. Kerjasama BPS Propinsi Jawa Barat dengan Bappeda Kabupaten Propinsi Jawa Barat 2014.

BPS. Propinsi Jawa Barat. 2013. PDRB Propinsi Jawa Barat 2009-2013. Kerjasama BPS Propinsi Jawa Barat dengan Bappeda Propinsi Jawa Barat 2013.

Kemendagri, 2013. Daerah Otonom Baru di Indonesia per Propinsi tahun 1999 – 2013. www. kemendagri.go.id.

Peraturan Perundang-undangan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 tahun 2007 Tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.

Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta 2009.

Undang-Undang Nomor 32 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.22212/jekp.v7i1.412

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of JEKP (e-ISSN:2528-4673 p-ISSN:2086-6313).