TATA KELOLA MINERAL FUND DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN DAERAH BERKELANJUTAN : (STUDI KASUS KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA)

La Ode Alwi, Arya Hadi Dharmawan, Akhmad Fauzi, M. Parulian Hutagaol

Abstract


Pengelolaan pertambangan pada suatu daerah sejatinya dapat memberikan kesejahteraan masyarakat khususnya pada daerah penghasil tambang itu sendiri. Namun yang terjadi justru daerah penghasil tambang terjebak dalam sindrom resource curse dan ducth desease. Pendapatan daerah dari minera fund merupakan instrumen cash transfer yang cenderung gagal mensejahterakan masyarakat yang disebabkan adanya bias sasaran, bias program dan bias koordinasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: 1) menformulasikan model tata kelola kelembagaan mineral fund; 2) menentukan alternatif terbaik dalam pengelolaan dan perencanaan pemanfaatan mineral fund. Metode pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam format world cafe. Hasil penelitian menujukkan bahwa (i) indikator kunci dalam tata kelola kelembagaan mineral fund dalam menunjang pembangunan daerah berkelanjutan di Kabupaten Bombana adalah adanya Badan Pengelola minera fund, ketersediaan regulasi, perencanaan program yang tepat sasaran, pengawasan biaya produksi dan pengawasan pada tingkat produksi, dengan lembaga pengelolaa adalah Institusi Multi Pihak; (ii) Alternatif terbaik pemanfaatan mineral fund yang menunjang pembangunan daerah berkelanjutan, yakni (a) aspek sosial, yakni peningkatan sarana kesehatan, pendidikan dan ibadah, peningkatan peran masyarakat adat dalam pengambilan keputusan, kualitas SDM yang tinggi, pemberdayaan masyarakat serta peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan; (b) aspek ekonomi, yakni pengembangan lembaga ekonomi dan keuangan, diversifikasi ekonomi perdesaan, pembangunan investasi primer, peningkatan iklim investasi dan pengembangan produk lokal, dan (c) aspek ekologi/lingkungan, yakni penanganan pencemaran, proteksi dan keselamatan ekologi dan manusia, penanganan munculnya bencana alam dan penanganan lahan akhir sebagai sektor primer.

Keywords


Tata kelola; kelembagaan; mineral fund; pembangunan berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Buku :

Auty, M. Richard. Sustaining Development In Mineral Economies : The Resouces Curse. London : Routlegde, 2003.

Budiati L. Good Governace Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta : Ghalia Indonesia, 2012.

BPS. Sulawesi Tenggara Dalam Angka, Kendari : Biro Pusat Statitik : Kendari 2014.

Fauzi A. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Teori dan Aplikasi. Indonesia, Jakarta : PT. Gramedia Utama Pustaka, 2010.

[ICMM] International Council on Mining & Metal. The Mining Sektor in Brazil : Biulding Institution for Sustanainable Development. Ibram 35 Years Institution Brasileiro Association Camara Minera de Brasil, 2013.

Muligan D., Katie Lawrence., John Allan and Rachelen Benbow. Rehabiltasi Tambang : Praktek Unggulan Program Pembangunan Berkelanjutan Untuk Industri Pertambangan (diterjemahkan oleh : Ray Indra). Commonwealth of Australia, 2009.

Salim, Emil, 2010. Pembangunan Berkelanjutan : Peran dan Kontribusi Emil Salim. PT. Gramedia : Jakarta. 2010.

Stiglitz E, Joseph. Making Globalization Work (Menyiasati Globalisasi Munuju Dunia yang Lebih Adil). Diterjemahkan Pada Penerbit Mizan Oleh Edrijani Azwaldi. PT. Mizan Pustaka : Bandung, 2007.

Jurnal dan Working Paper:

Bebbington, Antony., Denise H. Bebbington., Jeffrey Bury., Jeannet Lingan., Juan P. Munoz and Martin Scurrah. Mining and Social Movements : Struggles Over Livelihood and Rural Territorial Development in the Andes. Elsevier. Resources Policy, Vol 36, No. 12, 2008, pp. 2888–2905.

Collier, Paul. The Political Economy of Natural Resources. Social Research Vol 77, 2010, : No. 4, Winter 2010.

Dharmawan A.H. Mewujudkan Good Ecological Governance Dalam Pengelolaa Sumberdaya Alam. Pusat Studi Pembanghunan Pertanian dan Perdesaan LPM-IPB, Bogor, 2010.

Ernst and Young, 2012. Transparancy International Indeks Corruption. International Transparancy : The Global Coalition Against Corruption, 2012.

Franks M. Daneil., David Boger., Claire M. C’ote and Avid R. Muligan. Sustainable Development Principles For The Disposal Of Mining And Mineral Processing Wastes. Elsevier. Resources Policy 36, 2011, pp. 114 – 122.

Frankel J.A. The Natural Resouce Curse : A Survey of Diagnoses and Some Prescriptions. Faculty Research Working Paper Series. Harvard Kennedy School. John F. Kennedy School Goverment, 2012.

Humpreys, M., Sach, J.D dan Stiglitz, J.E. Apakah Masalah Kekayaan Sumberdaya Alam?, dalam Humpreys (editors): Escaping The Resource Curse. Columbia University Press. Columbia, 2007, pp. 1-24.

Hutagaol M. Parulian., Allan Asmara dan Ibrahim Isytar. Strategi dan Kebijakan Peningkatan Pendapatan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin Perdesaan dan Perkotaan di Provinsi Jawa Barat, Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2009.

Jing Yu., Shuzhen Yao., Rongqiu Chen., Kejun Zhu., and Liandi Yu. A Quantitative Integrated Evaluation of Sustainable Development of Menieral Resources of A Mining City. A Case Study of Huangshi Eastern China. Elsevier. Resources Policy 30 , 2005, pp. 7 – 19.

Kitula, A.G.N. The environmental and socio-economic impacts of mining on local livelihoods in Tanzania: A case study of Geita District. Elsevier. Cleaner Production 14, 2006, pp. 405 – 414.

Lucke, Matthias. Stabilization and saving Fund to Manage Natural Resouce Revenue : Kazakhstan and Azerbaijan Vs Norwey. Kiel Working Paper No. 1652. Kiel Institute for the World Economy, Hindenburgufer 66, 24105 Kiel, Germany, 2010.

Matthias B and Steffen Groning. The Resouce Curse Revisited : Governance and natural Resources. Hamburg Institute of International Economics (HWWI) ISSN 1861-504X, 2011. Paper 106.

Rangkuti Zulkifli., Untung Suryanto. Pemanfaatan Dana Migas (Migas Fund) Untuk Ketahanan Energi (Energy Security) Sebagai Alternatif Pengembangan Industri Hulu (Up Stream) Migas Nasional. Selected Works. State Islamic University Syarif Hidayatullah. Jakarta, 2012.

Ross, M.L. Timber Boom and Breakdown in Southeast Asia, New York. Cambridge University Press. Journal of Pease Research. 41, 2001, pp. 377-56.

Sachs, J.D. and A. Warner. “The Curse of Natural Resources.” European Economic Review 45, 2001, pp. 827-38.

Yarmon J. and Alice J. Galvin. A Common wealth North Study Report. Study Co-Chairs: Cheryl Frasca and Eric Wohlforth, 2007.

Williamson, O.E. The New Institutional Economics: Taking Stock, Looking Ahead. Journal of Economic Literature. Vol. 38, 2000, pp. 595-613.

Artikel Dalam Pertemuan:

Rijanta R dan M. Baiquni. Otonomi Daerah, Transisi Masyarakat dan Konflik Pengelolaan Sumberdaya (Pemahaman Teoritis dan Pemaknaan Empiris). Prosiding Lokakarya Nasional : Menuju Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Berbasis Ekosistem Untuk Mereduksi Konflik Antar Daerah. Selenggarakan Fakultas Geografi Universitas Gadja Mada 30 Agustus 2003, Jogyakarta, 2003.

Supriyadi, Bambang. Green Technology Untuk Kelestarian Sumberdaya Alam. Disampaikan Dalam Seminar Nasional RETII Ke-8, Tanggal 17 Desember 2013, yang Diselenggarakan Oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Jogyakarta, Jogyakarta, 2013.

Artikel Dalam Internet:

Brans, J. Piere dan Mareschal. B, 1999. How to decide with PROMETHEE (online). Available at http//Ssmg.ulb.ac.be. (diakses pada 10 agustus 2014).




DOI: http://dx.doi.org/10.22212/jekp.v7i1.415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of JEKP (e-ISSN:2528-4673 p-ISSN:2086-6313).