KEBIJAKAN PEMBANGUNAN WILAYAH BERKELANJUTAN DI PROVINSI JAMBI MELALUI PENDEKATAN MODEL FLAG

novita erlinda

Abstract


Pembangunan berkelanjutan telah menjadi suatu keniscayaan agenda pembangunan baik pada tatanan nasional maupun regional. Capaian indikator pembangunan berkelanjutan yang meliputi tiga pilar yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan sangat penting untuk dilakukan, karena pembangunan dengan pola business as usual akan menimbulkan biaya sosial dan lingkungan yang cukup mahal. Namun demikian pengukuran keberlanjutan sering terkendala dengan kompleksitas indikator keberlanjutan itu sendiri. Salah satu cara yang selama ini digunakan untuk mengetahui kinerja pembangunan berkelanjutan, dengan menggunakan indikator komposit. Paper ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan berkelanjutan pada tingkat regional di Provinsi Jambi menggunakan metode multi criteria analysis dengan pendekatan model Flag yang dikembangkan oleh Nijkamp dan Ouwersloot (1996).Tingkat keberlanjutan pembangunan daerah akan dianalisis dengan menentukan Critical Threshold Value (CTV) dari pembangunan, yang ditetapkan oleh tujuan kebijakan atau kendala eksogen. Data aktual capaian pembangunan di Provinsi Jambi digunakan sebagai informasi untuk mengetahui bagaimana pembangunan berkelanjutan di Provinsi Jambi saat ini. Tingkat keberlanjutan pembangunan akan ditunjukkan oleh warna bendera, dimana bendera hijau menunjukkan pembangunan yang berkelanjutan, sedangkan bendera kuning, merah dan hitam menunjukkan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa skenario pembangunan dengan memanfaatkan secara lebih baik sumber daya lokal dan pemanfaatan non-ekstraktif akan menghasilkan capaian pembangunan yang berkelanjutan yang lebih baik. Pembelajaran dari studi ini dapat dikembangkan baik bagi pembangunan di Jambi sendiri maupun pada skala nasional.

Keywords


pembangunan berkelanjutan; flag; critical threshold value

Full Text:

PDF

References


Amekudzi, Adjo, Khayesi, M., and Khisty, CJ. 2015. Sustainable Development footprint: A framework for assessing sustainable development risk and opportunities in time and space. International Journal of Sustainable Development Vol 18 (1/2). Pp 9-40.

Antunes, P., Santos, R., Videina. N., Colaco, F., Szanto, R., Dobos, E.R., Kovacs, S., and Vari, A. 2012.

Approaches to Integration in Sustainability assessment Technologis. Report for EC 7 th Framework Project. European Union.

BPS dan Bappeda Provinsi Jambi. 2014. Jambi dalam Angka. 2014.

BPS Provinsi Jambi. 2014. Statistik Potensi Desa Provinsi Jambi 2014.

Bappeda Provinsi Jambi. 2004. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Jambi 2005-2025.

Bappeda Provinsi Jambi. 2009. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Jambi 2010-2015.

Dasgupta, P.S., and Heal, G.M. 1974. The Optimal Deplation of Exhaustible Resources.(Review of Economic Studies, Symposium on the Economics of Exhaustible Resources). Edinbugh, Scotland.

Fauzi, A., dan Oxtavianus, A. 2014. The Measurement of Sustainable Development in Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 15, Nomor 1, p 68-83, Juni 2014.

Giaoutzi, M., and Nijkamp, P. 1993. Decision Support Model for Regional Sustainable Development. Avebury, UK.

Kates, R.W., Parris, T.M., Leiserowitz, A,A. 2005. What is Sustainable Development? Goals, Indicators, Values, and Practice. Issue Environment Science and Policy for

Sustainable Development, 47 (3), 8-21. Diperoleh tanggal 8 Desember 2015, dari hhtp.//www.heldref.org/env.php

Kementerian Lingkungan Hidup.2014.Status Lingkungan Hidup Indonesia 2014.

Lancker, E. and Nijkamp, P. 2000. A policy scenario analysis of sustainable agricultural development options: a case study for Nepal. Faculty of Economics and Econometrics, Free University of Amsterdam, De Boelelaan 1105, 1081 HV, Amsterdam , The Netherlands.

Maltus, T.R. 1978. An Esray on The Principle of Population. New York. Norton.

Meadows, D.H, and Meadows, D.L, Randers, J., and Behrens III, W. 1972. The Limit to Growth. New York.

Nijkamp, P. 1999. Environmental security and sustainability in natural resource management, in S Lonergan (editor), Environmental Change. Adaptation and Security (Kluwer, Dordrecht) pages 377–395.

Nijkamp, P., and Ouwersloot. 1996. A Decision Support System for Regional Sustainable Development: The Flag Model. Dept. of Economic Free University, Amsterdam.

Nijkamp, P., and Vreeker, R. 2000. METHODS : Sustainability assessment of development scenarios: methodology and application to Thailand. Department of Spatial Economics, Free Uni6ersity, De Boelelaan 1105, 1081 HV Amsterdam, Netherlands. Ecological Economics 33 (2000) 7–27, Elsevier.

Poveda, C.A., and Lipsett, M.G. 2011. A Review of Sustainability Assessment and Sustainability/Environmental Rating Systems and Credit Weighting Tools. Journal Sustainable Development 4(6) 36-52.

Shmelev, S.E., and Rodriquez-Labajos, B. 2009. Dynamic Multidimensional Assessment of Sustainability at the Macro Level: The Case of Austrian. Ecological Economic 68 : 2560-2573.

Solow, R.M. 1974. Intergenerational Equitty and Exhaustible Resources. (Review of Economic Studies, Symposium on the Economics of Exhaustible Resources). Edinbugh, Scotland.

Stiglitz, J.E. 1974. Growth with Edxhaustible Resources, Efficient and Optimal Growth Paths. (Review of Economic Studies, Symposium on the Economics of Exhaustible Resources). Edinbugh, Scotland.

[WCED] World Commission on Environment and Development. 1987. Report of the World Commission on Environment and Development: Our Common Future.




DOI: https://doi.org/10.22212/jekp.v7i1.416

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of JEKP (e-ISSN:2528-4673 p-ISSN:2086-6313).