PAJAK EKSPOR, PRODUKSI DOMESTIK, TENAGA KERJA, DAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA: STUDI EMPIRIS AGROINDUSTRI INDONESIA

Lestari Agusalim

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pajak ekpsor dan peningkatan produktivitas komoditas pertanian utama dapat meningkatkan GDP riil, output agroindustri, penyerapan tenaga kerja, dan pendapatan rumah tangga. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model CGE comparative static. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output 2008 dan Tabel Sistem Necara Sosial Ekonomi (SNSE) 2008, serta data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pajak ekspor berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB riil), terutama dalam jangka panjang. Tetapi, apabila kebijakan ekspor tersebut disertai oleh peningkatan produktivitas pada sektor yang dikenai pajak, maka akan berdampak positif terhadap PDB riil. Secara sektoral, kebijakan pajak ekspor mampu meningkatkan output domestik agroindustri dalam jangka panjang, tetapi berdampak negatif dalam jangka pendek dengan atau tanpa disertai peningkatan produktivitas. Kebijakan tersebut juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sektoral, di mana secara umum terjadi penurunan permintaan tenaga kerja dalam jangka pendek. Sementara itu, dalam jangka panjang terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sebagian besar sektor ekonomi. Kebijakan pajak dalam jangka pendek akan menurunkan pendapatan riil pada seluruh kelompok rumah tangga, terutama kelompok rumah tangga yang berpenghasilan tinggi. Ketika kebijakan tersebut disertai oleh peningkatan produktivitas maka akan berdampak positif terhadap redistribusi pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga. Dalam jangka panjang, kebijakan pajak ekspor mengakibatkan peningkatan pendapatan pada rumah tangga berpenghasilan tinggi, dan penurunan pendapatan pada kelompok rumah tangga berpenghasilan rendah dengan atau tanpa peningkatan produktivitas.


Keywords


pajak ekspor; output agroindustri; tenaga kerja; pendapatan rumah tangga; CGE

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. (1973-2016). Pendapatan Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Bouet, A. and Debucquet, D. L. (2010). Economics of Export Taxation in a Context of Food Crisis: A Theoretical and CGE Approach Contribution. Internasional Food Policy Research Institute. Washington DC. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari https://core.ac.uk/download/pdf/6227514.pdf

Cicowies, M., Alejo, J., Gresia L. D., Oliveri, S., and Pacheco, A. (2016). Export Taxes, World Prices, and Poverty in Argentina: A Dynamic CGE- Microsimulation Analysis. International Journal of Microsimulation, 9 (1), 24-54.

Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Haryono, D. (2008). Dampak industrialisasi pertanian terhadap kinerja sektor pertanian dan kemiskinan perdesaan di indonesia. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Helpman, E. and Krugman, P. R. (1985). Market Structure and Foreign Trade. Cambridge: MIT Press.

Horridge, M. (2001). Minimal: A Simplified General Equilibrium Model. Victoria, Australia: Monash University: Centre of Policy Studies and the IMPACT Project, from CoPS, 2001, CGE training package.

Horridge. M, Parmenter B. R., Pearson K. R. (1993). ORANI-F: A General Equilibrium Model of the Australian Economy. Economic and Financial Computing, 3, 71-140.

Kementerian Kehutanan. (2010). Rencana Strategis Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014. Kementerian Kehutanan. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari. http://storage.jak-stik.ac.id/ProdukHukum/kehutanan/Renstra_2010_2014.pdf

Kementerian Keuangan. (2013). Kementerian Keuangan. 2013. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 564/KM.4/2013 Tentang Penetapan Harga Ekspor Untuk Perhitungan Bea Keluar. Kementerian Keuangan. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari http://repository.beacukai.go.id/peraturan/2013/03/7f394e9a673b2584bb9d17da739021b1-kmk-564-kmk04-2013-hpe-april-2013.pdf

_____. (2012). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 75/PMK.Oll/2012. Kementerian Keuangan. Jakarta. iperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2012/75~PMK.011~2012Per.HTM

_____. (2010). Rencana Strategis Kementerian Perindustrian 2010-2014. Kementerian Perindustrian. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwiW4NK307jQAhVBqI8KHctICpEQFggcMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.kemenperin.go.id%2Fdownload%2F2440%2FRencana-Strategis-Kementerian-Perindustrian-2010-2014&usg=AFQjCNEi8wpvMVMcH__NgqrfI2S7dFgHew&sig2=8aMZ3k_ACm5bkZoo4jRvKQ

____. (2009). Roadmap Industri Pengolahan CPO. Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia. Kementerian Perindustrian. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari http://agro.kemenperin.go.id/e-klaster/file/roadmap/KICSUMUT_1.pdf

Kementerian Pertanian. (2016). Ekspor Impor Komoditi Pertanian Per Subsektor 2016. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016. https://aplikasi.pertanian.go.id/eksim2012/neraca.asp

____. (2009). Rencana Strategis Kementertian Pertanian Tahun 2010-2014. Kementerian Pertanian. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari http://www.pertanian.go.id/pug/admin/pengumuman/rancangan%20renstra%20deptan%202010-2014%20lengkap.pdf

Kustanto, H. (2012). Deindustrialisasi dan Dampak Reindustrialisasi Terhadap Ekonomi Makro Serta Kinerja Sektor Industri Non-Migas Di Indonesia. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lewis, W.A. (1954). Economic Development with Unlimited Supplies of Labour. Manchester School, 22 (2), 139-91.

Mitra, S. and Josling, T. (2009). Agricutural export restrictions: welfare implication and trade disciplines. Internasional Food and Agricultural Policy Council. Washington DC. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari http://agritrade.org/documents/ExportRestrictions_final.pdf

Oktaviani, R. (2000). The Impact of APEC Trade Liberalisation on Indonesian Economy and Its Agricultural Sector. Unpublished Ph.D Thesis. The Sydney University. Sydney.

Peraturan Presiden. (2011). Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Jakarta. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari https://ppidkemkominfo.files.wordpress.com/2015/02/perpres-no-32tahun-2011mp3ei-2011-2025.pdf

Purba, J. H. V. (2012). Dampak Pajak Ekspor Crude Palm Oil terhadap Industri Minyak Goreng Indonesia. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Riedel, J. (1992). Pembangunan Ekonomi di Asia Timur: Melakukan Hal yang Lazim Terjadi. Dalam Hughes, H. (ed.). Keberhasilan Industrialisasi di Asia Timur. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Salvatore, D. (1997). Ekonomi Internasional. (Munandar, Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Saragih, B. dan Krisnamurthi, B. (1992). Agroindustri sebagai Suatu Sektor yang Memimpin dalam PJP-II (Agroindustry as a leading sector). Supporting Paper pada diskusi panel-forum Pendidikan dan Penelitian Menuju Pengembangan Agroindustri dalam Pembangunan Jangka Panjang Tahap II. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soekartawi (2010). Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Cetakan Kesembilan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

______. (2005). Agroindustri dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sugema, I., Hasan, M. F., Aviliani, Hidayat, U. dan Sugiyono. (2007). Strategi Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit. Jakarta: INDEF.

Tambunan, M. dan Priyanto, S. H. (2005). Perubahan Struktur Ekonomi dan Peranan Agroindustri dalam Proses Industrialisasi Pertanian di Indonesia, dalam Soesastro, H., A. Budiman, N. Triaswati, A. Alisjahbana, dan S. Adiningsih (penyunting), Pemikiran dan Permasalahan Ekonomi di Indonesia dalam Setengah Abad Terakhir. Kerjasama Kanisius dan ISEI. Jakarta.

Tambunan, T.T.H. (2001). Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Todaro, M. P. dan Smith, S. C. (2006). Pembangunan Ekonomi. (Yelvi, Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Vos, D., Ganuza, E., Morley, S., Robinson, S., dan Pineiro, V. (2004). Are Export Promotion and Trade Liberalisation Good for Latin America’s Poor? A comparative Macro-Micro CGE Analysis. Working Paper. Institute of Social Studies. The Hague.

Wachjudi, B. (2010). Hilirisasi Industri Agro: Dapat Mengatasi Ancaman Deindustrialisasi. Majalah Karya Indonesia (KINA), Edisi 3. Kementerian Perindustrian. Jakarta. p. 6.

Wittwer, G. (1999). WAYANG: a General Equilibrium Model Adapted for the Indonesian Economy. ACIAR project no. 9449, Centre for International Economic Studies, University of Adelaide, Adelaide. Diperoleh tanggal 1 Juli 2016, dari https://www.adelaide.edu.au/cies/documents/papers/iwp9910.pdf

Wittwer, G. and Anderson, K. (2002). Impact of the GST and Wine Tax Reform on Australia’s Wine Industry: A CGE Analysis. Australian Economic Papers, 41, 69–81




DOI: https://doi.org/10.22212/jekp.v8i1.690

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Copyright of JEKP (e-ISSN:2528-4673 p-ISSN:2086-6313).