POSISI WAKIL KEPALA DAERAH DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DAERAH DI INDONESIA

lndra Pahlevi
| Abstract views: 241 | views: 61

Abstract

In the current structure of Indonesia's politics, vice-chiefs of regional governments have likely equal position and harmony with chiefs of regional governments since they all are elected through direct elections. In most cases, after the elections, frictions occur between them which lead to disharmonywhich influences the effectiveness of the regional government in the long-run. This study reveals problems regarding the position of the vice-chiefs of regional governments in the context of regional autonomy. lt further explains how far the strategic position of the vice chiefs of the regional governments is taking into account the existing role of Sekda (the Regional Secretaries) as chief administrative officers. This study proposes the need to accommodate the important role of the vice chiefs of the regional government in pushing regional autonomy and conducting their representative function in a new amending law.

Keywords

wakil kepala daerah; pemerintahan daerah; pemilukada

Full Text:

Untitled

References

Buku:

Agus salim Andi Gadjong, Pemerintahan Daerah, Kajian politik dan Hukum, Ghalia Indonesia, Bogor, 2007.

Deddy Supriady Bratakusumah dan Dadang Solihin, atonomi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.

David Osborne and red Gaebler, Reinventing Governmen, Addison-wesley Publications Co., 1992.

Fadel Muhammad, Reinventing Local Government, Pengalaman Dari Daerah, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2008.

Haryanto, Sistem Politik: Suatu Pengantar, Liberty Yogyakarta, 1982.

I Nyoman sumaryadi, Efektivitas lmplementasi Kebijakan otonomi Daerah, Citra Utama, Jakarta, 2005.

M.R. Khairul Muluk, Desentralisasi dan Pemerintahan Daerah, Bayu media Publishing, Malang, 2006

Syaukani, HR dkk, otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan, pustaka pelajar dan Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan, yogyakarta, 2000.

Richard S Katz and Wlliam Crotty (Eds), Handbook of party politic, SAGE Publication: London, Thousand Oaks, and New Delhi, 2006.

Makalah:

AAGN Ari Dwipayana, wakil Kepala Daerah: Elected official ataukah potitical Appointees?, Makalah pada Focus Group Discussion diJurusan politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, Yogyakarta, 12 Desember2011.

Andreas Pandiangan, Sistem dan lmplementasi Pemilukada, Makalah pada Focus Group Discussion (FGD) di Semarang, 19 Desember 2011.

Fatah Muria, Revitalisasi Poslsi Wakil Kepala Daerah, Makalah pada Focus Group Discussion (FGD) diSemarang, 19 Desember2011.

Hasyim Asy'ari, Mempeftahankan Pemilukada Langsung, Makalah pada Focus Group Drscussion (FGD) diSemarang tanggal 19 Desember2011'.

Punro Santoso, Usulan Pengaturan tentang Wakil Kepala Daerah Dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Makalah pada Focus Group Discussion di Jurusan Politik dan Pemerintahan FiSiPOL UGM, Yogyakarta, 1 2 Desembe r 2011.

Sigit Pamungkas, Wakil Kepala Daerah: Tetap Ada atau Dihapus?, Makalah pada Focus Group Discussion di Jurusan Politik dan pemerintahan FISIPOL UGM, Yogyakarta, 12 Desember 2011

Peraturan Perundang-undangan:

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Website:

"Pemerintah Usulkan Wakil Kepala Daerah dari PN9", dalam http:/www. tempo interaktif. com, diakses tanggal 21 J anuari 2011

SyahrulYasin Limpo, Gubernur Terpilih Sulseldalam http://tim10syl.wordpress.com/, diakses tanggal 6 Juli 2011.

"Posisi Wakil Gubernur Diwacanakan Dihapus', dalam http://www. makasarterkini. com, diakses 21 Januari 2011 .

Revi Marta Dasta, Pecah KongsiKepala Daerah,dalam http://padangekspres.co.Id/?news=nberita&id=1477, diakses 31 Januari 2012.

Media Cetak:

Harian Kompas, tanggal 28 Desember 2011.

Copyright (c) 2016 Kajian (Trial)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.