PENGAKUAN HAK-HAK KEWARGANEGARAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL TAU TAA VANA DI TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH

M. Alie Humaedi
| Abstract views: 286 | views: 137

Abstract

The indigenous people's of Tau Taa Vana in Central Sulawesi hold customary law ctubbed to death, which is replaced with fines they relate to the mythology of Kaiu Marangkaa. Through this mythology, the customary lawthatwas oiginally composed of the power of kingdom of the Temate centuries ago remain present. While, the power of lndonesia, as the reflection of state formally eliminated, especially the recognition of social and culturat life, for example, KTP (lD cards) are not given to them. With so many cases of "illegal" citizenship and its soclal and cultural specificity, the Tau Taa Vana communities, lndonesia is only imaginary.Ihis rarses the question what is the concept of citizen for them. Through in-depth interuiews and participatory obseruations from 2009-2012, periodically, 2 months a year, conducted, this ethnographic researches attemptto explainsthe growth of loyalty and ideals of the nation sfafe, in addition to explaining the maintenance and development of the sub-national citizenship identity of Tau Taa Vana.

Keywords

komunitas adat; tau taa vana; sulawesi tengah; tojo una-una, kewarganegaraan; indonesia lmajiner

Full Text:

Untitled

References

Buku/Jurnal

Anderson, Benedict R. O'G, lmagined Communities, Yogyakarta: Insis, 2001 Atkinson, Jane Monnig, Ethno-histoicalResearch on the Former Sultanate of Todjo (Central Sulawesl), Portland-Oregon: Lewis & Clerk College, 1982.

-----------------------------------, 'Agama dan Masyarakat adat Vana di Sulawesi Tengah". Dalam Michael Dove, Peranan Kebudayaan Tradisional lndonesia dalam Modernisasi Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1989.

-----------------------------------, "To Wana Dan Dinamika Politik Lokal Di SulawesiTengah.' Dalam prosiding SeminarSehariYayasan Merah Putih Palu bertema "Demokratisasi Hubungan Antara Tau Taa Wana Dengan Pemerintah Yang Berkeadilan," Palu: YMP. 5 Desember, 2006.

Camang, Nasution dan Abubakar M. Amin, "Potret Sosial Budaya Tau Taa Wana di Kawasan Hulu SubDAS Bongka,' Dalam Laporan Hasil Sfudi. Palu:Yayasan Merah Putih, 2003.

Depdiknas, Pendidikan Kewarg aneg araan, Jakarta: Center f CivicEducation bekerja sama dengan Depdiknas, 2011

Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Seiarah Masyarakat Adat Tau Taa Wana, Palu: Dinas P dan K, 1997.

Dove, Michael, Peranan Kebudayaan Tradisional lndonesia dalam Modemisasr, Jakartia: Yayasan Obor Indonesia, 1989.

Grimes, Barbara, Ethnologue Su/awest, Part of Ethnologue, NY: Summer Institute of Linguistic, Inc, 1996.

Harris, Marvin, Culture, People, Nature: An lntroduction to General Anthropology, USA: Longman Inc, 1997.

Humaedi, M. Alie, Catatan Perialanan dari Penelitian Konflik antara Orang Trans Bulan Jaya dan Komunitas Adat Terpencil Tau Taa Wana di Dataran Tinggi Bulang. Jakarta: PMB LlPl, 2009.

------------------------, Pandangan Hidup Orang Tau Taa Wana diVananga Bulang Tojo lJna-una: Mencari Kebaiikan di Tengah Hutan' Jakarta: LlPl Press,2010.

------------------------, Ekspedisi Menuju Tuhan: Praktik Pengobatan Masyarakat Adat Tau TaaYana. Yogyakarta: Valia Pustaka,2012.

Henri Levebre, L'ideologie Structuralisfe (Paris: Anthropos, 1971); dengan terjemahan tdeologi Struktu ral is. Jakarta: U I Press, 1 998.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Profil Daerah Kabupaten Toio Una-Una Tahun 2007, Ampana: Gempita, 2008.

Said, Edward W, Orientalisme, Jakarta: Bulan Bintang, 1997' Saifuddin, Ahmad Fedyani,'Kesukubangsaan, Nasionalisme dan Multikulturalisme' dalam Mashudi Noorsalim (ed.), Hak Minoritas. Multikulturalisme dan Dilema Negara Bangsa. Jakarta. The lnterseksi Foundation, 2007.

---------------------, Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritik Mengenai Paradigma. Jakarta : Prenada-Media, 2005

Sekretariat DPR/MPR Rl, Undang-Undang Dasar Negara Republik lndonesia Tahun 1945 beserta Amandemennya, Jakarta: Setjend DPR/MPR, 2010.

Siradjudin, AzmiAR, Pengakuan Masyarakat Adat Dalam lnstrumen Hukum Nasional, Palu: Yayasan Merah Putih, 2008.

Spradley, James P, The Ethnographic lnteruiew, NYHolt, Rinehart&Winston, 1979.

Dan McCurdy D.W The Cultural Experience: Ethnograpy, in Complex Society, Chicago: Science and Research Ass, 1976.

Tampubolon, M.HR, "Sanksi Pidana Adat Masyarakat Adat Tau Taa Wana Dan Kontribusinya Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia". Tesis. Palu: Fakultras Hukum Unversitas Tadulako, 2006.

TIm PCLP Dinkesos SulawesiTengah, 'Pengkajian Calon Lokasi Pemukiman Komunitas Adat Terpencil (lGT) Suku Wana (Tau Taa) di Lokasi Mpoa, Desa Bulan Jaya, Kecamatan Ampana Tete, Kab. Poso, Propinsi Sulawesi Tengah'. Dalam Laporan Hasil Pengkajian. Palu: Dinas Kesejahteraan Sosial Daerah Propinsi Sulawesi Tengah, 2003.

Vermeufen dan Koziell, Biodiversity: Value and Perspecfive, Columbia: Columbia University Press, 2002.

Yayasan Sahabat Morowali, "Hutan dalam Pandangan Orang Wana." Dalam Laporan Sfudi YSM. Morowali: YSM, 1998.

Majalah

Tempo. 2003. "Sejuta Trauma Orang Wana." Dalam Selingan Majalah Tempo, 4-10 Agustus.

Yayasan Merah Putih. 2004-2008. Majalah S,/o. Palu: YMP.

Website

Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan beserta penjelasannya dalam http://www.dephut.go.id/INFORMASI/tJNDANG2/uu/41-99.htm. iakses pada tranggal 10 Januari 2012.

Konvensi lLO 169 tentang Masyarakat Hukum Adat, Jakarta: ILO Indonesia, 1990 dalam http ://www. ilo.orq/wcms o5/q rou ps/ou bl ic/+d norm/-normes/documents/publicat-ion/wcms 122026.pdt. Diakses pada tranggal 17 Januari 2012

Copyright (c) 2016 Kajian
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.