PELESTARIAN BUDAYA DAN BAHASA ETNIK TERANCAM PUNAH (Studi Kasus Bahasa Kafoa di Probur Utara, Alor, Nusa Tenggara Timur)

Alie Humaedi
| Abstract views: 472 | views: 137

Abstract

Some ethnic languages such as Kafoa language and their culture speakers are in endangered status. This essay is part of research reports on ethnographic studies of Kafoa languages, an ethnolinguistic research conducted  in 2011­2012  in North Probur, Southwest Alor. The researcher questioned whether the government or community themselves should preserve the ethnic language and culture. Data is gathered by making in­depth interviews, in addition to observations and audio­visual document studies. It is found that handing over the preservation of the ethnic language and cultural affairs completely to the government will quicken the extintion of both traditional language and culture. On the contrary, when they rest on the internal mechanism of the community, the traditional language and culture can be necessarily preserved, moreover with the constructive partipation of universities and government.

Keywords

ethnic culture; endangered language; kafoa; alor

Full Text:

Untitled

References

Crystal, David. (2000). Language Death.Australia: Cambridge University Press

Fromkin, Victoria dan Rodman, Robert. (2003). An introduction to Language: Seventh Edition. USA: Thomson Wadsworth.

Grimes, Charles E. dan Therik M.Th, Tom. (1997). A Guide to the People and Language of Nusa Tenggara. Kupang: Artha Wacana.

Hoed, Benny H. 2011. "Ekologi Bahasa, Revitalisasi Bahasa, ldentitas dan Tantangan Global dalam Masyarakat Indonesia yang Multikutural. "Prosiding Diskusi Pengembangan dan Perlindungan Bahasa­Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa" pada tanggal 15 Desember. Jakarta: LIPI.

Humaedi, M. Alie. (2013). "Ekpresi Kebudayaan Masyarakat Penutur Bahasa Kafoa di Habollat Alor Barat Daya." M. Alie Humaedi (ed). Mereka yang Melupakan Mutiaranya: Dari Studi Ekologi ke Pemertahanan Bahasa Kafoa di Alor, NTT. Jakarta: LIPI Press.

-------------------------(2013). "Memaknai Wasiat (Woum) sebagai Kearifan Budaya Kafoa" dalam Jurnal Sejarah dan Nilai Tradisional, BSNT Bali dan Nusa Tenggara, Vol. XI, No. 1, Maret.

Jaya, Bernard Amadeus. (2008). "Function of Betawian in Mass Media" dalam Prosiding International Conferences Unity, Diversity, and Future. Jakarta, Universitas Atmajaya. Diunduh dari https://icssis. files.wordpress.com/2012/05/09102012-15.pdf, 2 Januari 2013.

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara.

Lauder,Multamia RMT.(2011). "Pengelolaan dan Pemberdayaan Bahasa yang Berpotensi Terancam Punah." Prosiding Seminar Pengembangan dan Perlindungan Bahasa­Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa. 15 Desember. Jakarta: LIPI.

Meyerhoff, Miriam. (2006). Introducing Sociolinguistics. New York: Routledge.

Patji, Abdul Rachman. (2013). "Migrasi Masyarakat Kafoa di Moru, Kalabahi, dan Kupang". M. Alie Humaedi (ed.). Mereka yang Melupakan Mutiaranya: dari studi Ekologi ke Pemertahanan Bahasa Kafoa di Alor, NTT. Jakarta: LIPI Press.

Sudiyono. (2013). "Penguasaan Ranah Penggunaan dan Transmisi Bahasa". M.Alie Humaedi (ed.). Mereka yang Melupakan Mutiaranya: Dari studi Ekologi ke Pemertahanan Bahasa Kafoa di Alor, NTT. Jakarta: LIPI Press.

Widhyasmaramurti. (2013). "Kafoa sebagai ldentitas Bangsa". M. Alie Humaedi (ed.). Mereka yang Melupakan Mutiaranya: dari Studi Ekologi ke Pemertahanan Bahasa Kafoa di Alor, NTT. Jakarta: LIPI Press.

Undang-Undang

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Internet

http://www.ethnologue.com/bibliography.asp, diakses 10 Maret 2011.

http://www.joshuaproiect.net/countries.php?rog3, diakses 1 0 Maret 2011.

www.sastradaerah.usu.ac.id., diakses tanggal 15 Desember 2012.

http://m.oktomagazine.com/oktofamily/education/5738/kaitan.status.sosial remaja.dan.budaya.alay; diakses tanggal 10 Desember 2012.

http://m.tribunnews.com/2012/09/29/bahasa-indonesia-di-mata-sby-alay-dan-saya, diakses tanggal 12 Desember 2012.

Copyright (c) 2016 Kajian
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.