OPTIMALISASI PERAN PANAS BUMI DALAM KERANGKA UNDANG-UNDANG PANAS BUMI

Hariyadi Hariyadi
| Abstract views: 289 | views: 358

Abstract

The enactment of the Law No. 21/2014 on Geothermal replacing the previous Law No. 27/2003 on Geothermal reinforces the state’s political will to develop geothermal energy sources as renewable energy to sustain the 35.000 MW power plants programme and eventually the national energy security. By using ‘gaps in governance’ concept as an analytical tool, this literature review study, supported by related data collected from the geothermal bill consideration process in the parliament in 2014, found that the new legal framework has not shown any significant impact to trigger the geothermal development and the 35.000 MW power plants programme. Several ‘gaps in governance’ untapped such as gaps in knowledge, normative, institutional and compliance aspects may become factors to enable the new legal framework not as expected. It is therefore the government should strengthen its political will to enforce the new law as well as its sets of statutory regulations in frameworks of normative, institutional, and resources aspects needed.

Keywords

geothermal; renewable energy; security energy; program listrik; power plants; gaps in governance

Full Text:

Untitled

References

Buku

Dewan Energi Nasional (DEN). (2014). Outlook Energi Indonesia 2014. Jakarta: DEN, hal. 58-60.

Howlett, Michael and M. Ramesh. (1995). Studying public policy: policy cycles and policysubsistems. USA: Oxford Univ. Press.

Pusdatin Kementerian ESDM. (2010). Indonesia Energy Outlook 2010. Jakarta: Pusdatin Kementerian ESDM.

Pusdatin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.(2014). 2014 Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia. Jakarta: Kementerian ESDM.

Weiss, Thomas G. and Ramesh Thakur. (2010). Global Governance and the UN, An Finished Journey. Bloomington and Indianapolis: Indiana Univ. Press.

Westphal, Kirsten dan Sussane Droge. (2015). Global Energy Markets in Transition: Implications for Geopolitics, Economy and Environment, Paris: Global Trends.

Makalah & Jurnal

Ashat, Ali.“Geothermal Economic Analysis”, Makalah dalam kegiatan FGD di Setjen DPR- RI, Jakarta, Maret 2014.

Gunawan, Rony. “Bisnis Panas Bumi Dalam Menunjang Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional”, Makalah PT PGE, Bandar Lampung, 3 Desember 2013.

Gregosz, David. (2012). Economic Megatrends up to 2020, What Can We Expect in the Forthcoming Years? Konrad Adenauer Stiftung: Fact and Finding 106 (Agustus): 1-15.

Siregar, Hendrik. “Panas Bumi Mengatasi Krisis. Makalah (Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)”, disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU tentang Panas Bumi, Jakarta 29 Januari 2014.

Wardhani, Sari. Renewable Energy Coordinator, WWF Indonesia, “Perspektif WWF Indonesia: Pengembangan Panas Bumi yang Berkelanjutan”. Makalah disampaikan dalam RDPU dengan Pansus DPR RI tentang Panas Bumi, Jakarta, 20 Maret 2014.

Dokumen Resmi

DPR RI, Laporan Pimpinan Pansus DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU tentang Panas Bumi, Jakarta, 26 agustus 2014.

DPR RI, Laporan Pimpinan Pansus DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU tentang Panas Bumi, Jakarta, 26 Agustus 2014.

Kementerian ESDM. Evaluasi Kinerja Tahun 2014 dan Persiapan Pelaksanaan Program Tahun 2015 Kementerian ESDM, Dokumen Rapat Kerja Komisi VII dengan Kementerian ESDM, Jakarta, 27 Januari 2015.

Naskah Akademik RUU tentang Panas Bumi. Disampaikan Pemerintah ke DPR RI dalam rangka Pembahasan RUU tentang Panas Bumi untuk Menggantikan UU No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi pada tanggal 13 Agustus 2013.

Situas Internet

Energy Today, 26 Oktober 2015, Pemerintah Akan Bebaskan Badan Usaha Untuk Pilih WK Panas Bumi, (online), (http://energitoday.com/2015/10/pemerintah-akan-bebaskan-badan-usaha-unt uk-pilih-wk-panas-bumi/; diakses 1 November 2015).

Energy Today, 26 Oktober 2015, Strategi Pemerintah untuk Dorong Program 35.000 MW, (online), (http://energitoday.com/2015/10/strategi-pemerintah-untuk-dorong-program-35-000-mw/; diakses 1 November 2015).

Kementerian ESDM, 28 Oktober 2015, Skema Investasi dan Harga Menarik untuk Pembangkit EBT, (online), (https://www.djk.esdm.go.id/index.php/index.php/detail-berita?ide=3986; diakses 1 November 2015).

Kompas, 26 Agustus 2014, UU Panas Bumi Disahkan, Hutan Konservasi Bisa Dijamah, (online), (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/26/045700726/UU.Panas.Bumi. Disahkan. Hutan.Konservasi.Bisa.Dijamah; diakses 27 Oktober 2015).

Tuwo, Lukita Dinarsyah. Rancangan Teknokratis RPJMN 2015-2019, Kementerian PPN/ Bappenas, makalah disampaikan dalam rangka penjaringan aspirasi masyarakat, Pontianak, 20 Februari 2014, (online), (http://bappenas.go.id/ files/5713/9295/0477/5._Wamen_PPN.pdf; diakses 14 April 2014).

Voice of America, 4 Mei 2015, Presiden Jokowi Luncurkan Program “35 Ribu MW Listrik Untuk Indonesia”, (online) ,(http://www.voaindonesia.com/content/presidenokowi-luncurkan-progaram-35-ribu-mw-listrik-untuk indonesia/2747482.html, diakses 10 Juli 2015)

Surat Kabar Harian

Basri, Muhamad Chatib. ‘Senin Hitam’, dan Indonesia, Kompas, 27 Agustus 2015.

Animous. Indonesia Telah Kehilangan 40 Persen Hutannya, Kompas, 11 September 2015.

Kuncoro, Mudrajad. Kedaulatan Energi dan Listrik, Kompas, 21 Oktober 2015.

Wisnu, Dinna. Energi Terbarukan dan Batu Akik, Koran Sindo, 15 Juli 2015.

Copyright (c) 2016 Kajian
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.