Dari Kaplan ke KAAN: Pertimbangan Strategis Indonesia dalam Diversifikasi Akuisisi Alutsista ke Turki

Devindra Ramkas Oktaviano
| Abstract views: 0 | views: 0

Abstract

Artikel ini menganalisis motivasi strategis Indonesia dalam mengakuisisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Turki sejak kerja sama pengembangan tank Kaplan/Harimau hingga kontrak pengadaan jet tempur generasi kelima KAAN pada 2025. Disamping isu interoperabilitas akibat semakin beragamnya mitra akuisisi, Turki juga bukan produsen senjata tier-1, seperti Amerika Serikat dan Perancis yang sudah menjadi pemasok tradisional alutsista Indonesia dan memiliki produk yang lebih populer di tingkat global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desk research untuk menelaah dinamika historis, geopolitik, dan industri yang memengaruhi keputusan Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang melatarbelakangi pilihan Indonesia. Pertama, eskalasi konflik regional dan global mendorong percepatan modernisasi pertahanan sebagai respons terhadap instabilitas di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Kedua, pengalaman masa lalu terhadap embargo senjata Barat membentuk trauma strategis yang mendorong diversifikasi mitra pemasok agar mengurangi ketergantungan pada negara-negara besar. Ketiga, Turki dipandang sebagai mitra yang bersedia mendukung agenda kemandirian pertahanan Indonesia melalui alih teknologi, pengembangan bersama, produksi bersama, dan skema lainnya untuk meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri. Dengan demikian, hubungan pertahanan Indonesia-Turki merepresentasikan model kerja sama antara dua negara yang berupaya memperkuat kedaulatan militer sekaligus memajukan industri pertahanan dalam negeri. Kajian ini diharapkan dapat menjadi preferensi dalam menyusun dan mengevaluasi kebijakan akuisisi alutsista Indonesia.

Copyright (c) 2025 Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.