KEBIJAKAN REALOKASI GAS BUMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Gusti Azis, Hermanto Siregar, Adler H. Manurung, Evita H. Legowo
| Abstract views: 592 | views: 191

Abstract

Pada tahun 2010 pemerintah merealokasi tujuan pemanfaatan gas bumi Indonesia, dari untuk memenuhi kebutuhan perolehan devisa ekspor menjadi untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri guna mendorong pertumbuhan produksi nasional dan menciptakan efek pengganda yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menciptakan situasi yang dilematis bagi pemerintah karena keberhasilan realokasi gas bumi belum teruji namun akan terjadi pengurangan devisa. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis perkembangan dan dinamika industri gas bumi, (2) menganalisis faktor-faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap penawaran, dan permintaan gas bumi, dan (3) menganalisis dampak dari kebijakan ekonomi dan faktor-faktor ekonomi lainnya terhadap pemanfaatan gas bumi. Dalam rangka menjawab tujuan penelitian maka digunakan (1) analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama dengan hasil berupa gambaran umum kodisi perkembangan dan dinamika pasar gas bumi Indonesia dan rencana pemanfaatan gas bumi ke depan serta kendala-kendala peraturan dan regulasi pemerintah daerah yang dirasakan sekarang, dan (2) pendekatan ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dan ketiga. Pendekatan ekonometrika menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data runtun waktu tahun 2000-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perilaku produksi gas bumi adalah harga gas bumi Indonesia dan harga gas bumi dunia. Respon ekspor gas bumi Indonesia terhadap produksi gas bumi yang elastis dalam jangka panjang menunjukkan potensi pengembangan sumber daya gas bumi dalam mendorong ekspor gas bumi Indonesia. Di sisi lain faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gas bumi oleh PLN dan industri pupuk urea berbeda-beda. Namun demikian subsidi menjadi kebijakan yang berpengaruh nyata dalam meningkatkan permintaan gas bumi oleh kedua industri tersebut. Berdasarkan hasil simulasi maka kebijakan realokasi gas bumi Indonesia mampu meningkatkan permintaan gas bumi domestik dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan kebijakan lainnya, namun demikian kondisi ini menjadi disinsentif bagi pengembangan produksi gas bumi Indonesia.

Keywords

gas bumi; pertumbuhan ekonomi; kebijakan realokasi; persamaan simultan

Full Text:

Untitled

References

Buku:

BPPT. OutlookEnergi Indonesia 2010, Teknologi untuk Mendukung Keandalan Pasokan Energi Listrik. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2010.

Gujarati, D. Ekonometrika Dasar, Terjemahan. Jakarta: Erlangga, 1999.

Pindyck, R. S. and D. L. Rubinfeld. Econometric Models and Economic Forecasts. Third Edition. New York: McGraw-Hill Inc, 1991.

Pindyck, R. S. and D. L. Rubinfeld. Mikroekonomi. (Terjemahan). Edisi Keenam. Jilid 1. Jakarta: PT. Indek, 2007.

Koutsoyiannis, A. Theory of Econometrics. New York: Harper & Row Publishers, Inc., Barner & Noble Import Division, 1978.

Sukirno, S. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1985.

Yusgiantoro, P. Ekonomi Energi, Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, 2000.

Jurnal:

Kliesen, K. L. “Rising Natural Gas Prices and Real Economic Activity”. Federal Reverse Bank of St. Louis Review, 88(6), 2006, pp. 511-526.

Pindyck, R. S. and J. J. Rotemberg. “Dynamic Factor Demands and the Effects of Energy Price Shocks”. The American Economic Review, 73(5), 1983, pp. 1066-1079.

Yunchang, J. B. “The Impact of Energy Pricing Policy on Taiwan’s Small Open Economy”. Asian Economic Journal, (10)1, 1996, pp. 61-81.

Makalah:

Elizabeth. “The Role of Gas in A Carbon Constraint Energy Future”. 5th International Indonesia Gas Conference and Exhibition 25-27th Januari 2011, Jakarta.

Gonarsyah, I. “Landasan Perdagangan Internasional”. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial dan Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 1987.

Krantz, O. “Small European Countries in Economic Internationalisation: An Economic Historical Perspective”. UMEA Papers in Economic History. UMEA Universitet, UMEA, 2006.

Huang, W. Y. “Impact of Rising Natural Gas Prices on US. Ammonia Supply”. Economic Research Service-United States Department of Agriculture, WRS-0702, Washington DC., 2007.

Tesis dan Disertasi:

Afiatno, B. E. “Hubungan Kausalitas Antara Konsumsi Energi dan Aktivitas Ekonomi Indonesia”. Tesis Magister Sains. Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia, Depok, 2006.

Gonarsyah,I. “An Econometric Analysis of the US-Japan-Korea Market for US White Wheat”. PhD Dissertation. Oregon State University, Oregon, 1983.

Hartono, D. “Dampak Kebijakan Harga, Subsidi, dan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Minyak, Gas, dan Listrik terhadap Perekonomian di Indonesia”. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia, Depok, 2006.

Sinaga, B. M. “Econometric Model of the Indonesian Hardwood Products Industry: A Policy Simulation Analysis”. Dissertation. University of The Philippines, Los Banos, 1989.

Majalah:

Nugroho, H. “Pengembangan Industri Hilir Gas Bumi Indonesia: Tantangan dan Gagasan”. Perencanaan Pembangunan IX/04, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, 2004a.

Nugroho, H. “Increasing the Share of Natural Gas in National Industry and Energy Consumption: Infrastructure Development Plan?”. Perencanaan Pembangunan, No. IX/03 Juni 2004, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, 2004b.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.