KEBIJAKAN SEKTOR HULU DAN HILIR GAS BUMI DALAM RANGKA MEMENUHI KEBUTUHAN DALAM NEGERI

Sahat Aditua Silalahi, Ariesy Tri Mauleny
| Abstract views: 592 | views: 273

Abstract

Natural gas shall play an important role in national energy needs mainly due to
the scarcity of petroleum reserves. The government shall formulate policies in
both the upstream and downstream sides that support the paradigm of natural
gas utilization for domestic purposes. On the upstream side, the long chain of
bureaucracy needs to be cut in order to create a more conducive investment
climate. Meanwhile, on the downstream side, the government should accelerate
the infrastructure development for natural gas transmission and distribution.
The availability of this infrastructure is vital in order to distribute the natural gas
to consumers. To strengthen the downstream sector, the most important issue is
to release the dependency of consumption by the industrial sector.
Revitalization program especially on city gas and fuel gas is a strategy that can
be taken in order to expand the use of natural gas in households and
transportation sectors.

Keywords

gas bumi; sektor hulu; sektor hilir; energi

Full Text:

Untitled

References

Buku

Hasan, Madjedi, Kontrak Minyak dan Gas Bumi Berazas Keadilan dan

Kepastian Hukum. Jakarta: PT. Fikahati Aneska, 2008.

M. Humphreys, Jeffrey D. Sachs, Joseph E. Stiglitz, Escaping the Resource Curse, Columbia University Press, New York, 2007.

Purnomo Yusgiantoro, Ekonomi Energi: Teori dan Praktek, Jakarta : LP3ES, 2000.

Jurnal/Makalah

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kebijakan Pemerintah pada

Usaha Hilir Migas, 2002.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pedoman dan Pola Tetap Kebijakan Pemanfaatan Gas bumi Nasional 2004-2020: Blueprint implementasi UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi, 2004.

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Rencana Penyediaan Gas Nasional, Makalah diskusi disampaikan pada Round Table Forum and Dialog “Pemanfaatan Gas bumi Sebagai Alternatif Energi Dalam

Negeri&Pengaruhnya Terhadap Dunia Usaha”, April 2007.

Hanan Nugroho, Pipa Transmisi Gas Bumi Kalimantan Timur-Jawa Sebagai Alternatif untuk Memasok Kebutuhan Energi di Jawa, Jurnal

Perencanaan Pembangunan, Maret 2006.

Mansus dan Rachmad Basuki, Penggunaan BBG pada Kendaraan Bermotor di Surabaya, Jurnal APLIKASI, Volume 4 No. 1, Pebruari 2008.

Wang Qingyi, Energy Conservation as Security, Seminar on China Security, Summer 2006, pp.89 – 105.

Dokumen

Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2009, OPEC

Market Indicators Report, July 2010.

Data Badan Pusat Statistik, Tahun 2010.

Data kementerian ESDM, Tahun 2010.

Surat Kabar/Majalah

Bajaj Baru Segera Ramaikan Jakarta Keterbatasan SPBG Masih

Menghadang, Bisnis Indonesia, 18 Maret 2010.

Gas Alam yang Jauh Lebih Hemat, Koran Jakarta, 24 Mei 2010.

Kendaraan Umum di Jakarta akan Memakai BBG, Suara Pembaruan, 21Oktober 2003.

Lupakan Produksi 1 juta Barel, Koran Jakarta,18 Juni 2010.

Produksi Gas Terus Menggeliat, Buletin BP Migas, Juni 2008.

Proyek Gas Kota Hadapi Masalah, Warta Ekonomi, 31 Mei 2009.

Internet

http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/02/21/358472/cadangangas-bumi-indonesia-masih-59-tahun-lagi/, Cadangan Gas Bumi

Indonesia Masih 59 Tahun Lagi, diakses 21 Juni 2010.

http://bisnis.vivanews.com/news/read/160018-alokasi-gas-donggi-senorobisa-digeser, Alokasi Gas Donggi Senoro Bisa Digeser, diakses 13 Oktober 2010.

http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/3241-menteri-esdmprogram-jaringan-gas-kota-menghemat-anggaran-subsidi-rp-1-

triliun.html, Program Jaringan Gas Kota Menghemat Anggaran Subsidi

Rp 1 trilliun, diakses pada tanggal 11 Agustus 2010.

http://bisnis.vivanews.com/news/read/13532, Gas Kota Terkendala

Infrastruktur, diakses 16 Agustus 2010.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.