Tata Kelola Keamanan Siber dan Diplomasi Siber Indonesia di Bawah Kelembagaan Badan Siber dan Sandi Negara [Cyber Security Governance and Indonesian Cyber Diplomacy by National Cyber and Encryption Agency]

Hidayat Chusnul Chotimah
| Abstract views: 1356 | views: 1903

Abstract

The virtual world is one territory that is now taken into account in a national security state, in addition to land, sea and air territories. As one of the largest internet user countries in the world, Indonesia is vulnerable to cyber threats. In response to the said threat, the Indonesian government established the National Cyber and Encryption Agency (BSSN) as a national cyber institution mandated with the responsibility to maintain cyber security and sovereignty. This paper uses a qualitative approach to interpret concepts, definitions, characteristics, metaphors, symbols, and descriptions of things through library research. It elaborates further on the role of BSSN in the management of cyber security in Indonesia as well as in the implementation of Indonesian cyber diplomacy both through bilateral and multilateral cooperation.

Abstrak

Dunia maya merupakan salah satu aspek yang saat ini ikut diperhitungkan dalam sebuah keamanan nasional suatu negara, di samping ranah darat, laut dan udara. Sebagai salah satu negara pengguna internet terbesar di dunia, telah menjadikan Indonesia rentan atau tidak luput dari ancaman siber. Oleh sebab itu, untuk merespons ancaman tersebut, pemerintah Indonesia kemudian membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi siber nasional yang berfungsi menjaga keamanan dan kedaulatan siber. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menginterpretasikan konsep, definisi, karakteristik, metafora, simbol, dan deskripsi dari suatu hal melalui studi pustaka. Tulisan ini akan memaparkan lebih jauh mengenai peran BSSN dalam tata kelola keamanan siber di Indonesia sekaligus dalam pelaksanaan diplomasi siber Indonesia baik yang dilakukan melalui kerjasama bilateral maupun multilateral.

Keywords

Cyber Security; Cyber Diplomacy; Institutional; BSSN; Keamanan Siber; Diplomasi Siber; Kelembagaan; BSSN; Indonesia.Indonesia;

References

Badan Siber dan Sandi Negara. Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018-2019.

Barrinha A, Renard T. “Cyber-diplomacy: the making of an International society in the digital age”. Global Affairs, (2017). https://doi.org/10.1080/23340460.2017.1414924, Retrieved from http://www.tandfonline.com/loi/rgaf20.

“Bentuk Satuan Siber, TNI siap Hadapi Serangan di Dunia Maya”. Koran Sindo. Diakses 12 Maret. 2018https://nasional.sindonews.com/read/1248299/14/bentuk-satuan-siber-tni-siap-hadapi-serangan-di-dunia-maya-1507966324.

Berg, B.L. dan H. Lune, Qualitative Research methods for The Social Sciences, ninth edition, England, Essex: Pearson Education Limited, 2017.

Biro Hukum dan Humas BSSN. “BSSN Selenggarakan Community Building and Information Sharing Sektor Ekonomi Digital“. Diakses 26 Juni 2019. https://bssn.go.id/bssn-selenggarakan-community-building-and-information-sharing-sektor-ekonomi-digital/.

Bjola, Corneliu. “Trends and Counter-Trends in Digital Diplomacy”. Working Paper Project, “Diplomacy in the 21st Century”, No. 18 (September 2017).

Budiman, Ahmad. “Optimalisasi Peran Badan Siber dan Sandi Nasional”. Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri, Vol. IX, No. 12/II, Puslit, Juni 2017.

Burhanuddin, Sabrina. ”Membangun Strategi Pertahanan Cyber di ASEAN”. Majalah Masyarakat ASEAN, Edisi 16 September 2017.

CATRA. “Dari Desk Cyberspace Nasional Menuju Badan Cyber Nasional”. Majalah Setjen Wantannas, Edisi VI September 2016.

Chotimah, Hidayat Chusnul. “Membangun Pertahanan dan Keamanan Nasional dari Ancaman Cyber di Indonesia”. Jurnal Diplomasi, Volume 7 No. 4 (Desember, 2015).

Choucri, Nazli dan Daniel Goldsmith. “Lost in Cyberspace: Harnessing the Internet, International Relations, and Global Security”. Buletin of the Atomic Scientists, 68, No. 2 (2012).

CÎRNU, Carmen Elena. “Cyber Diplomacy – Addressing the Gap in Strategic Cyber Policy”, No. 17 (May-Jun, 2019), http://www.themarketforideas.com/cyber-diplomacy-addressing-the-gap-in-strategic-cyber-policy-a388/.

Gera, Iris. “LIPI: Dibutuhkan Badan Cyber Nasional Indonesia”. VoA Indonesia. Diakses 12 Maret 2018. https://www.voaindonesia.com/a/lipi-dibutuhkan-badan-cyber-nasional-di-indonesia-/2591870.html

Hansen, Lene dan Helen Nissenbaum. “Digital Disaster, Cyber Security, and the Copenhagen School”. International Studies Quarterly, Vol. 53, No. 4 (2009).

Jagoda, Patrick. “Speculative Security”. Dalam Derek S. Reveron, Cyberspace and National Security: Threats, Opportunities, and Power in a Virtual World (eds). Washington, D.C.: Georgetown University Press, 2012.

Nee, Victor dan Richard Swedberg. “Economic Sociology and New Institutional Economics”. Dalam C. M´enard dan M. M. Shirley (eds.), Handbook of New Institutional Economics. Netherland: Springer, 2005.

North, D.C. Institutions, Institutional Change and Economic Performance. Cambridge: Cambridge University Press, 1990.

Prihadi, Susetyo Dwi. “Dihantam Ransomware, Indonesia Butuh Badan Siber Nasional”. CNN Indonesia. Diakses 12 Maret 2018. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170515073309-185-214802/dihantam-ransomware-indonesia-butuh-badan-siber-nasional.

Rosandry, Indra. “Merajut Diplomasi Siber Indonesia”. Kamis, 22 November 2018. Diakses pada 26 Juni 2019. https://mediaindonesia.com/read/detail/199360-merajut-diplomasi-siber-indonesia.

Sa’diyah, Nur Khalimatus dan Ria Tri Vinata. “Rekonstruksi Pembentukan National Cyber Defense sebagai Upaya Mempertahankan Kedaulatan Negara”. Perspektif, Volume XXI No. 3 (September 2016).

Scott, W. Richard,. “Institutional Theory: Contributing to a Theoretical Research Program”. Dalam Ken G. Smith and Michael A. Hitt (eds), Great Minds in Management: The Process of Theory Development. Oxford: Oxford University Press, 2004.

Setiawan, Ahmad Budi. “Peran Government Chief Information Officer (GCIO) dalam Tata Kelola Keamanan Informasi Nasional”. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Indonesia, Volume 2, No. 4 (2011).

Setyawan, David Putra dan Arwin Datumaya Wahyudi Sumari. “Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam Pencapaian Cybersecurity melalui ASEAN Regional Forum on Cybersecurity Initiatives”. Jurnal Penelitian Politik, Volume 13 No. 1 (Juni 2016).

“Indonesia Butuh Badan Cyber Nasional”. Majalah ICT. Diakses 12 Maret 2018. http://www.majalahict.com/indonesia-butuh-badan-cyber-nasional/.

“TNI Pastikan Tetap Membentuk Badan Cyber”. CISSREC. Diakses 12 Maret 2018. https://www.cissrec.org/publications/detail/42/TNI-Pastikan-Tetap-Membentuk-Badan-Cyber.html.

Westcott, Nicholas. “Digital Diplomacy: The Impact of the Internet on International Relations”. Research Report 16, (July 2008).

Wibowo, Satriyo. ”BSSN dan Peta Keamanan Siber Indonesia”. 5 Maret 2018. Diakses 26 Juni 2019. https://inet.detik.com/cyberlife/d-3899799/bssn-dan-peta-keamanan-siber-indonesia.

“Tugas dan Fungsi BSSN”. BSSN. 20 Juni 2019. Diakses 26 Juni 2019. https://bssn.go.id/tugas-dan-fungsi-bssn/

“Strategi, Kebijakan, dan Praktik Siber”, 20 Juni 2019. Diakses 19 Agustus 2019, http://apdf-magazine.com/id/strategi-kebijakan-dan-praktik-siber/

“ASEAN-JAPAN Online Cyber Exercise”, 20 Juni 2019, diakses 26 Juni 2019, https://bssn.go.id/asean-japan-online-cyber-exercise/

“BSSN sebagai Pembicara dalam Forum Strategis Keamanan Global Asia Pasifik (Shangri-La Dialogue)”, 20 Juni 2019, diakses 26 Juni 2019, https://bssn.go.id/bssn-sebagai-pembicara-dalam-forum-strategis-keamanan-global-asia-pasifik-shangri-la-dialogue/.

Copyright (c) 2019 Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.