Peran British Council dalam Mendukung Perkembangan Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif
Abstract
Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor ekonomi yang memberikan peluang bagi negara di dunia untuk melakukan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Indonesia menjadi salah satu negara yang fokus mengembangkan sektor tersebut. Salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Yogyakarta, menjadi salah satu daerah yang kaya akan potensi ekonomi kreatif. Beberapa tahun terakhir, sektor ini juga telah memberikan kontribusi yang cukup positif bagi perekonomian daerah. Namun demikian, sektor ekonomi kreatif di Yogyakarta masih menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Berbagai pihak ikut berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan dan mendukung sektor ekonomi kreatif Yogyakarta, salah satunya yaitu organisasi internasional seperti British Council. Tulisan ini akan menggunakan konsep peran organisasi internasional dari Clive Archer dalam menjelaskan apa saja peran British Council, sebagai organisasi internasional, dalam mendukung sektor ekonomi kreatif Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Riset ini juga menggunakan teknik pengumpulan data yaitu berupa literature review yang dilakukan dengan menggunakan buku perpustakaan dan aplikasi berbasis internet. Penelitian ini menemukan bahwa British Council mempunyai dua peran penting dalam mendukung sektor ekonomi kreatif yaitu sebagai instrumen (melalui pendanaan program DICE untuk ekonomi kreatif yang inklusif dan mendukung penyelenggaraan JFFE 2024) dan sebagai arena (dengan mengadakan acara lokakarya Yogyakarta City Branding & Festival Management dan memfasilitasi acara Glass Beyond Border).
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Refbacks
- There are currently no refbacks.







Farid Helmi Maulana, Wahyuni Kartikasari





