Adolescents’ Perceptions of Marriage Age Maturity through the Generation Planning Program in Sanetan Village, Rembang Regency
Abstract
Early marriage remained a significant issue in Indonesia due to its impact on adolescents’ reproductive health, education, and future. However, there was a research gap, as few studies examined adolescents’ perceptions of delayed marriage age (PUP) within local contexts, such as in Sanetan Village, Sluke District, Rembang Regency. This study addressed that gap by exploring the experiences and perspectives of adolescents, both those involved in the Youth Information and Counseling Center (PIK-R) and those who were not, within the framework of the Generasi Berencana (GenRe) Program. This study used a qualitative approach to investigate adolescents’ views, attitudes, and experiences through in-depth interviews and observations with adolescents, Youth Family Development (BKR) cadres, and Family Planning Field Officers (PLKB). The findings indicated that adolescents who participated in PIK-R demonstrated better understanding of the risks of early marriage and the importance of physical and mental readiness before entering marriage. In contrast, adolescents not engaged in PIK-R tended to have limited perceptions, which were strongly influenced by cultural norms and social pressures. These findings underscore the importance of expanding access to and participation in PIK-R programs to enhance adolescents’ knowledge and awareness of PUP. Based on these results, recommendations were directed to the House of Representatives of the Republic of Indonesia, particularly Commission IX, to encourage the government on to strengthen the GenRe Program through a more comprehensive, community-based approach. Locally informed and data-driven policies are essential to promote PUP and to reinforce adolescent reproductive health education in Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abbas, N., & Merben, O. (2024). Faktor-faktor yang behubungan dengan persepsi remaja tentang pernikahan usia dini di Desa Cipayung Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2023. Jurnal Ilmiah Kesehatan Bpi, 8(1). https://doi.org/10.58813/stikesbpi.v8i1.194
Ahinkorah, B. O., Aboagye, R. G., Okyere, J., Seidu, A. A., Budu, E., & Yaya, S. (2023). Child marriage and its association with partner controlling behaviour against adolescent girls and young women in sub-Saharan Africa. BMC Global and Public Health, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s44263-023-00001-w
Aldiantoto, Z., Hardati, P., & Arifien, M. (2020). Pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap rencana usia menikah anak di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Edu Geography, 8(3), 202–205.
Aminudin, Hasibuan, P., & Irham, M. I. (2025). Pengaruh media informasi terhadap praktik. Jurnal Darma Agung, 33(2), 125–134. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v33i2.5666
Anyelir. (2019). Membahas 8 fungsi keluarga. BKKBN. https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/20722/intervensi/162009/membahas-8-fungsi-keluarga
Arriza, N., Iit, K., & Evi. (2023). Peningkatan persepsi dan pemahaman remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan melalui edukasi dan penciptaan lagu di Desa Madu Sari tahun 2023. Jurnal Kebidanan Komunitas Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 1–9. http://jurnal.strada.ac.id/jqwh
Assael, H. (1983). Consumer behavior and marketing action (2nd ed.). Kent.
Azmi, K., Mariawati, M., Sitikamilatunnisak, B., & Tamhadi, T. (2023). Pengaruh tingat pendidikan terhadap pernikahan usia dini di Kecamatan Praya Barat. Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.47625/fitrah.v14i1.419
Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan perkawinan anak percepatan yang tidak bisa ditunda. Badan Pusat Statistik.
Banerjee, S. C., Greene, K., Yanovitzky, I., Bagdasarov, Z., Choi, S. Y., & Magsamen-Conrad, K. (2015). Adolescent egocentrism and indoor tanning: is the relationship direct or mediated? Journal of Youth Studies, 18(3), 357–375. https://doi.org/10.1080/13676261.2014.963536
Beckwith, S., Chandra-Mouli, V., & Blum, R. W. (2024). Trends in adolescent health: successes and challenges from 2010 to the present. Journal of Adolescent Health, 75(4), S9–S19. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2024.04.015
BKKBN. (2014). Buku pegangan kader tentang bimbingan dan keluarga remaja. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Bulan, A. (2023). Kegiatan operasional ketahanan keluarga berbasis kelompok kegiatan di kampung KB. BKKBN. https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/7525/intervensi/668105/kegiatan-operasional-ketahanan-keluarga-berbasis-kelompok-kegiatan-di-kampung-kb
Cahya, M. N., Ningsih, W., & Lestari, A. (2023). Dampak media sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja: Tinjauan pengaruh penggunaan media sosial pada kecemasan dan depresi remaja. Jurnal Sosial Teknologi, 3(8), 704–706. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i8.917
Daiyah, I., Rizani, A., & Adella, E. R. (2021). Hubungan antara aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian pre-menstrual syndrome pada remaja putri. JIP Jurnal Inovasi Penelitian, 2(7), 2273–2286.
Dewi, A. P., Hartati, N. D., Alfiana, S., Maulida, S., & Siregar, Y. E. Y. (2024). Analisis mendalam faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Indonesia: Implikasi untuk kebijakan sosial dan pendidikan. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 3(1), 39–47. https://doi.org/10.572349/relinesia.v3i1.1695
Dewi, S. A., Indiswari, M. G., Kirana, R. S., Gozaly, S. N., & Indrijati, H. (2024). Cultural intervention based on “Bhuppa Bhabhu Ghuru Rato” to overcome early marriage in Torjun Sampang. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 9(3), 698–712. https://doi.org/10.26905/abdimas.v9i3.12817
Dwipayana, S. K. B., Nafisah, L., & Hariyad, B. (2023). Faktor yang memengaruhi persepsi remaja terhadap pernikahan dini di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Jurnal Keluarga Berencana, 8(1), 48–58. https://doi.org/10.37306/kkb.v8i1.167
Fachrunnisa, O., et al. (2024). Upaya pencegahan pernikahan dini dengan metode community dialogue. Community Empowerment Journal, 2(3), 158–164. https://doi.org/10.61251/cej.v2i3.72
Hanifa, M. (2024). Fenomena pernikahan usia dini dan dampak terhadap keluarga di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(3), 175–179. https://doi.org/10.62017/arima.v1i3.708
Hapsari, K. W. A., & Manggalou, S. (2025). Peran kelompok kegiatan bina keluarga remaja (BKR) dalam menurunkan angka pernikahan dini di Provinsi Jawa Timur. Future Academia, 3(1), 360–371. https://doi.org/10.61579/future.v3i1.365
Kementerian PPN/Bappenas. (2017). Peta jalan sustainable development goals (SDGs) di Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas.
Kidman, R., et al. (2024). Drivers of child marriages for girls: A prospective study in a low-income African setting. Global Public Health, 19(1). https://doi.org/10.1080/17441692.2024.2335356
Kohno, A., et al. (2021). Development of early marriage attitude scale. Sage Open, 11(3). https://doi.org/10.1177/21582440211037674
Krisnawati, M., Windrawanto, Y., & Rahadian S., M. (2024). Faktor penyebab dan dampak perceraian pada pasangan menikah usia dini. JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(2), 7–12. https://doi.org/10.24905/jcose.v6i2.160
Kurniadi, K., Hasbi, M., & Wulandari, A. T. (2023). Pemberdayaan konselor sebaya dalam pencegahan kejadian pernikahan dini dengan program pendewasaan usia perkawinan (PUP). Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), 6(2), 612–623. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i2.8335
Lebni, J. Y., Solhi, M., Azar, F. E. F., Farahani, F. K., & Irandoost, S. F. (2023). Exploring the consequences of early marriage: A conventional content analysis. INQUIRY: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 60. https://doi.org/10.1177/00469580231159963
Lindborg, T. H., Hallström, I. K., Litland, A. S., & Persson, H. A. (2024). Adolescent boys’ experiences of mental health and school health services – an interview study from Norway. BMC Public Health, 24(1), 1464. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18952-6
Lismiana, H., & Indarjo, S. (2021). Pengetahuan dan persepsi remaja putri terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 22–30.
Lubis, Z., & Nopriani, Y. (2023). Pemberian video edukasi terhadap pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP) pada remaja. Jurnal Kesmas Asclepius, 5(1), 8–17. https://doi.org/10.31539/jka.v5i1.5795
Mahendra, J. P., Rahayu, F., & Ningsih, B. S. (2022). Dampak keluarga broken home terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun (studi kasus di TK Sedesa Tegal Maja Lombok Utara). JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 7(2), 562–566. https://doi.org/10.58258/jupe.v7i2.3824
Maliki, M., Aridah, K., & Ismiani, B. L. (2020). Peran pusat informasi dan komunikasi kesehatan reproduksi remaja (PIK-KRR) dalam konseling kesehatan remaja. Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 9(1), 19–28.
Maulana, V. A. H., & Wijaya, I. (2025). Analisis penggunaan literasi digital berbasis media pembelajaran informatika di SMK Askhabul Kahfi Semarang. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 16(1), 55–61. https://doi.org/10.51903/jtikp.v16i1.956
Murtiyarini, I., Nurti, T., & Sari, L. A. (2019). Efektivitas media promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan di SMA N 9 Kota Jambi. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 1(2), 71–78. https://doi.org/10.35971/gojhes.v1i2.2734
Musthafa, M. (2023). Meningkatkan prestasi belajar siswa melalui kegiatan pusat informasi konseling remaja (PIK-R) Lorong Cangka SMK Negeri 1 Kalianget Tahun Pelajaran 2023–2024. Tafhim Al-’Ilmi, 15(1), 99–112. https://doi.org/10.37459/tafhim.v15i01.6977
Na’imah, L. U., Zakiyyah, N., Khasanah, E. W., Hermawan, & Setiawan, A. (2018). Peningkatan pengetahuan melalui sosialisasi kesehatan reproduksi remaja tentang kenakalan remaja (narkoba dan HIV/AIDS). Jurnal URECOL, 263–266.
Nafisah, L., Dwipayana, S. K. B., & Hariyadi, B. (2023). Faktor yang memengaruhi persepsi remaja terhadap pernikahan dini di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Jurnal Keluarga Berencana, 8(1), 48–58. https://doi.org/10.37306/kkb.v8i1.167
Naghizadeh, S., Mirghafourvand, M., Mohammadi, A., Azizi, M., Taghizadeh-Milani, S., & Ganbari, H. (2021). Knowledge and viewpoint of adolescent girls regarding child marriage, its causes and consequences. BMC Women’s Health, 21(1), 351. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01497-w
Nisa, J., Prastiwi, R. S., Andari, I. D., & Fitrianingsih, D. (2022). Peningkatan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan melalui pengenalan gerakan jo kawin bocah. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(3), 1850. https://doi.org/10.31764/jmm.v6i3.7823
Noftalina, E., Sulistiawati, R., & Saudah. (2024). Efektivitas booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang dampak pernikahan dini di Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Jurnal Ilmiah Bidan, 7(2), 1–8. https://doi.org/10.69935/jidan.v7i2.46
Peni, G., Lestari, R. M., & Prasida, D. W. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan remaja terhadap kejadian pernikahan dini di wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai RT 01/RW 01 Kota Palangka Raya tahun 2022. Jurnal Surya Medika, 9(1), 88–95. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5151
Psaki, S. R., Melnikas, A. J., Haque, E., Saul, G., Misunas, C., Patel, S. K., Ngo, T., & Amin, S. (2021). What are the drivers of child marriage? A conceptual framework to guide policies and programs. Journal of Adolescent Health, 69(6), S13–S22. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2021.09.001
Purwati, P., & Faiz, A. (2023). Peran pendidikan karakter dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. JPSK: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(2), 1032–1041. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/13022
Puspita, S. A., Nugraha, R., & Simanjorang, F. (2023). Generasi berencana (genre) sebagai upaya penciptaan human capital. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 2(3), 31–40.
Putri, H. A., Satriani, S. S., & Runjati. (2023). Efektivitas pendidikan kesehatan video animasi tentang pernikahan dini terhadap pengetahuan remaja putri. Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science), 11(1), 11–18. https://doi.org/10.36307/jik.v11i1.242
Putri, H. T., Yuliana, F., Mahdiyah, D., & Fajriannor, T. M. (2024). Role of youth information centers and counseling in minimizing premature wedding events. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 10(5), 438–445. https://doi.org/10.33024/jkm.v10i5.14346
Putri, I. M., & Rosida, L. (2019). Peningkatan pengetahuan program pendewasaan usia perkawinan di karang taruna angkatan muda Salakan Bantul Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 1(1), 5. https://doi.org/10.26714/jpmk.v1i1.4475
Putri, N. (2021). Analisis pendewasaan usia perkawinan dalam program genre oleh dinas keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Gresik melalui perspektif community based social marketing. Commercium, 4, 1–10. https://doi.org/10.26740/tc.v4i3.42085
Rączaszek-Leonardi, J., & Zubek, J. (2023). Is love an abstract concept? A view of concepts from an interaction-based perspective. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 378(1870). https://doi.org/10.1098/rstb.2021.0356
Rakhmat, J. (2011). Psikologi komunikasi (T. Surjaman, Ed.). Remaja Rosdakarya.
Rifai, N., & Wijaya, T. (2019). Persepsi masyarakat non muslim terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Journal of Finance and Islamic Banking, 2(1), 93. https://doi.org/10.22515/jfib.v2i1.1811
Safitri, A. O., Yunianti, V. D., & Rostika, D. (2022). Upaya peningkatan pendidikan berkualitas di Indonesia: Analisis pencapaian sustainable development goals (SDGs). Jurnal Basicedu, 6(4), 7096–7106. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3296
Sari, F., Abdillah, N., & Desyanti. (2024). Edukasi 3R dalam penanganan sampah menuju sekolah adiwiyata. International Journal of Community Service Learning, 8(4), 415–421. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v8i4.85157
Sari, S. Y. (2017). Tinjauan perkembangan psikologi manusia pada usia kanak-kanak dan remaja. Primary Education Journal (Pej), 1(1), 46–50. https://doi.org/10.30631/pej.v1i1.3
Sebayang, W., Gultom, D. Y., & Sidabutar, E. R. (2018). Perilaku seksual remaja. DEEPUBLISH.
Simorangkir, T. T., Pioh, N. R., & Kimbal, A. (2022). Implementasi kebijakan program generasi berencana di kantor perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Governance, 2(1), 1–12.
Siswantara, P., Rachmayanti, R. D., Muthmainnah, M., Bayumi, F. Q. A., & Religia, W. A. (2022). Keterpaparan program genre (generasi berencana) dan perilaku pacaran remaja Jawa Timur, Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 1–6. https://doi.org/10.14710/jpki.17.1.1-6
Skinner, A. T., Çiftçi, L., Jones, S., Klotz, E., Ondrušková, T., Lansford, J. E., Alampay, L. P., Al-Hassan, S. M., Bacchini, D., Bornstein, M. H., Chang, L., Deater-Deckard, K., Di Giunta, L., Dodge, K. A., Gurdal, S., Liu, Q., Long, Q., Oburu, P., Pastorelli, C., … Yotanyamaneewong, S. (2022). Adolescent positivity and future orientation, parental psychological control, and young adult internalising behaviours during covid-19 in nine countries. Social Sciences, 11(2), 75. https://doi.org/10.3390/socsci11020075
Sulistyawati, E., Urrahman, D., Trisnaningsih, R., & Sulistyowati, E. T. (2024). Exploration of the phenomenon of early marriage in Kampung Badran, Yogyakarta City: A qualitative study. Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences, 5(2), 671–678. https://doi.org/10.37287/picnhs.v5i2.4624
Suryanti, M. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap remaja tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP) di SMAN 03 Kota Bengkulu tahun 2023 [Thesis, Poltekkes Bengkulu].
Tiruk, S. P., & Ula, D. M. (2022). Persepsi masyarakat tentang pernikahan anak usia dini. Maharsi, 4(1), 24–29. https://doi.org/10.33503/maharsi.v4i2.2110
Ulum, A. M., Maulana, S., Yasiin, F., Hidayat, R., Ardita, S., Qurrotu’ain, K., Duryah, H. N., Zuhrroh, I. Z., & Nurfitria, D. S. (2024). Sosialisasi pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda pada masa 5.0. Jurnal Pengabdian West Science, 3(10), 1182–1190. https://doi.org/10.58812/jpws.v3i10.1631
Wahyuni, T., Rahmadhani, N., & Zulaikha, F. (2025). Prevention of tetanus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(1), 801–810. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i1.5939
Wahyuningsih, S., Widati, S., Puspitasari, N., Salim, L. A., & Azkiya, M. W. (2025). Exploring adolescent girls’ involvement in decision-making processes regarding child marriage: A systematic review. Narra J, 5(1), e1656. https://doi.org/10.52225/narra.v5i1.1656
Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Andi Yogyakarta.
Wibowo, H. R., Ratnaningsih, M., Goodwin, N. J., Ulum, D. F., & Minnick, E. (2021). One household, two worlds: Differences of perception towards child marriage among adolescent children and adults in Indonesia. The Lancet Regional Health – Western Pacific, 8, 100103. https://doi.org/10.1016/j.lanwpc.2021.100103
Wulansari, I., Arsad, N., & Jafar, C. P. S. H. (2024). Pencegahan pernikahan dini melalui pemberdayaan karang taruna berbasis media sosial. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(10), 3685–3692. https://doi.org/10.56338/jks.v7i10.6327
Yang, S., Isa, S. M., Yao, Y., Xia, J., & Liu, D. (2022). Cognitive image, affective image, cultural dimensions, and conative image: A new conceptual framework. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.935814
Yastirin, P. A. (2020). Persepsi remaja tentang pernikahan usia anak. Journal for Quality in Women’s Health, 2(1), 43–49. https://doi.org/10.30994/jqwh.v2i1.27
DOI: https://doi.org/10.46807/aspirasi.v16i2.4997
Refbacks
- There are currently no refbacks.






